Yogyakarta, 21 September 2024 — Di tengah hangatnya nuansa persaudaraan, Pengurus Besar PERSINAS ASAD melakukan kunjungan silaturahmi ke Perguruan Pencak Silat Phashadja Mataram pada Sabtu, 21 September 2024. Pertemuan yang berlangsung di Padepokan Phashadja Mataram, Gayam Gondokusuman IV/1506, Yogyakarta ini, dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Ketua Umum sekaligus Pendekar Besar Phashadja Mataram, Raden Andri Darmawanto, S.E., M.M.
Phashadja Mataram bukan sekadar perguruan silat biasa. Berdiri sejak tahun 1950 oleh KRT Soetardjonegoro, perguruan ini mengusung filosofi mendalam yang menyeimbangkan jasmani dan rohani. Raden Andri Darmawanto, yang merupakan generasi ketiga dari garis pendiri, menjelaskan makna simbolik nama Phashadja, sebuah nilai yang mengakar kuat dalam perguruan tersebut.
“Phashadja terdiri dari tiga unsur: Pha berarti Phasa (puasa), Sha berarti Senjata, dan Dja berarti Djumedho (keluar). Secara simbolis, Phashadja menggambarkan senjata yang keluar melalui pengendalian diri, baik secara fisik maupun spiritual,” terang Andri Darmawanto, yang juga putra dari Raden Tri Kaloka, penerus pendiri perguruan ini.
Dalam suasana yang penuh keakraban, Andri menyampaikan harapannya agar pencak silat di Indonesia tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai persaudaraan. “Alhamdulillah, teman-teman di PERSINAS ASAD memiliki visi yang sama dalam menjaga persaudaraan dan menghindari konflik. Ke depan, kami berharap silaturahmi seperti ini bisa menjadi jembatan yang mengeratkan perguruan-perguruan lain, baik yang bersejarah maupun yang besar,” ungkap Andri.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PB PERSINAS ASAD H. Sukur turut menekankan pentingnya silaturahmi dalam memperkuat tali persaudaraan antarperguruan pencak silat. “Tak kenal maka tak sayang. Kita harus saling mengenal dan mendekatkan diri, karena bagaimana kita bisa saling tolong menolong jika tidak saling mengenal,” ujarnya bijak.
Turut Hadir dalam silaturrohim tersebut Ketua PB ASAD Prof. Dedid Cahya Hapyanto, Sekretaris Umum PB ASAD H. Kayat Sukayat, Wakil Sekretaris PB ASAD Weda Hendragiri, Komisi Disiplin PB ASAD RT. Suryadi, Ketua Pengrov DIY Kapten TNI (Purn) H. Sardjiman, Sekretaris Pengprov Drs. H. Suharno, Pembina Pengprov H. Eka Budiana, S.Pd.
Pertemuan ini bukan sekadar bentuk penghormatan antarperguruan, melainkan juga sebagai langkah nyata untuk melestarikan nilai-nilai luhur pencak silat yang sarat akan nilai budaya dan spiritual. Dengan harapan besar, silaturahmi ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk menguatkan hubungan antarperguruan di seluruh Nusantara, mengedepankan semangat persatuan dan solidaritas.
Melalui ajang seperti ini, Phashadja Mataram terus berupaya menjaga warisan budaya pencak silat dan meneguhkan posisi pencak silat sebagai salah satu aset budaya yang tak ternilai di Indonesia.


