Tarakan (26/04) – Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Prof. Dedid Cahya Hapyanto, menegaskan komitmennya untuk mendarma baktikan organisasi kepada Ibu Pertiwi. Hal itu disampaikannya dalam pelantikan pengurus PERSINAS ASAD Provinsi Kalimantan Utara yang digelar di Kota Tarakan, pada Sabtu, 26 April 2025.
“Pertama, kami ingin melestarikan budaya luhur bangsa Indonesia melalui pencak silat. Kedua, mempererat silaturahim dan membangun kerukunan antarperguruan di seluruh Indonesia. Ketiga, menyumbangkan prestasi pesilat mulai tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional,” ujar Dedid dalam sambutannya.
Ia menambahkan, struktur organisasi PERSINAS ASAD sudah mengikuti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Musyawarah Nasional PB PERSINAS ASAD, yang dinamis menyesuaikan perkembangan zaman dan mendukung IPSI di daerah.
“Semoga di bawah kepemimpinan baru, PERSINAS ASAD Kalimantan Utara semakin kompak, solid antarperguruan, dan mampu mengukir prestasi terbaik untuk provinsi,” kata Dedid.
Sementara itu, Wakil Ketua IPSI Kalimantan Utara, M. Abidin, berharap pengurus baru PERSINAS ASAD mampu melakukan pembinaan pesilat secara intensif. Ia meminta pembinaan dilakukan lebih serius, termasuk berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung anggaran pembinaan.
“Kami ingin pesilat dari PERSINAS ASAD bisa mewakili Kalimantan Utara ke Pekan Olahraga Nasional di Aceh dan Sumatera Utara tahun depan,” tegasnya.
Kepala Kesbangpol Kalimantan Utara, Zainal Fanani, juga mengingatkan pentingnya ormas untuk memperbarui legalitas organisasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017.
“Setelah pelantikan ini, harus didaftarkan ulang supaya terdata resmi. Tidak hanya PERSINAS ASAD, semua perguruan juga harus tertib administrasi,” kata Zainal.
Ia mengapresiasi perkembangan PERSINAS ASAD di Kalimantan Utara, yang sudah mengukir prestasi hingga tingkat nasional meski masih terus berproses untuk hasil yang lebih maksimal.
Ketua PERSINAS ASAD Kalimantan Utara, Mayor Rudi Prasetyo, menyatakan siap mengemban amanah membina pesilat di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara.
“Kami akan merangkul semua daerah seperti Tarakan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, dan Bulungan. Harapannya, bisa melahirkan pesilat yang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Rudi.


