Yogyakarta (30/5) – Dalam upaya mempererat tali persaudaraan antar perguruan pencak silat, PERSINAS ASAD terus berkomitmen jalin silaturrohim sesama perguruan pencak silat. Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkesempatan silaturrahim berkunjung ke Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri, pada jumat (30/5/2025).
Suasana tampak hangat dan cair dalam temaram lampu Angkringan Gelatik 101C, jl. Gelatik No.101C , Mancasan Lor Condongcatur Depok Sleman DIY. Tempat yang juga sering dipakai rapat koordinasi Pengurus Kelatnas Perisai Diri.
Dalam sambutannya Ketua Umum Kelatnas Perisai Diri DIY, Dr. Ir. Hendra Amijaya, S.T., M.T., mengatakan bangga dan berterima kasih atas kunjungan silaturrohim dari PERSINAS ASAD, “Kami merasa bangga karena dari Pengurus PERSINAS ASAD berkenan mengunjungi kami,” sambutnya.
Selanjutnya Hendra mengatakan pentingnya sinergi antar perguruan pencak silat. Tanpa sinergi antar perguruan, menyebabkan sulitnya komunikasi yang baik sehingga bisa menimbulkan gesekan-gesekan antar perguruan. “Dengan silaturrohim seperti ini tentunya ada banyak hal yang bisa dikomunikasikan dan dikolaborasikan dengan baik sehingga sesama perguruan pencak silat bisa bersinergi,” sambungnya.
Lebih lanjut Hendra berharap pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, budaya pencak silat merupakan wahana yang tepat untuk pembentukan karakter manusia. “Pencak silat bukan hanya tentang olah raga dan prestasi, lebih dari itu kita punya tanggung jawab bersama untuk meningkatkan sumber daya manusia. Pencak silat merupakan wahana yang tepat untuk membentuk dan menciptakan manusia-manusia yang tangguh dan berbudi luhur,” pungkasnya.
Selaras dengan Ketua Umum Kelatnas Perisai Diri DIY, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD DIY, Kapten TNI AD (Purn) H. Sardjiman menegaskan pentingnya pembinaan karakter seorang pesilat. PERSINAS ASAD selalu menanamkan karakter luhur yang harus dimiliki setiap pesilat. “Dalam pertandingan pesilat dan official harus menghormati keputusan wasit dan juri. Tidak boleh protes, karena ini merupakan salah satu pembelajaran karakter yang luhur,” tegas H. Sardjiman.
H. Sardjiman juga menekankan perlunya sinergi sesama perguruan pencak silat. Dengan saling silaturrohim sesama perguruan pencak silat akan tercipta suasana yang sejuk dan harmoni. “Satu musuh terlalu banyak, seribu kawan masih kurang,” tutup H. Sardjiman.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Pengprov PERSINAS ASAD DIY, Sekretaris Drs. H. Suharno, wakil sekretaris Minggir Saryanta, S.T., Bendahara H. Kusnanto, S.E., Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga H. Edy Waluyo, S.Pd.
Budaya Pencak Silat merupakan wahana yang tepat untuk membentuk dan meningkatkan sumber daya manusia, sehingga bisa tercipta manusia yang tangguh dan berbudi luhur. Dengan karakter luhur dan silaturrohim antar perguruan pencak silat menciptakan sinergi yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.


