PERSINAS ASAD Batang Hari Jadi Penengah Jelang Muskab IPSI 2025

admin
By admin
3 Min Read

Batang Hari (8/7) — PERSINAS ASAD Kabupaten Batang Hari dipercaya menjadi tuan rumah sarasehan silat yang mempertemukan berbagai perguruan pencak silat jelang Musyawarah Kabupaten (Muskab) IPSI 2025. Kegiatan ini digelar di Aula PERSINAS ASAD dan berlangsung hangat dengan semangat kebersamaan antarpengurus perguruan.

Sarasehan tersebut menghadirkan ketua dari tujuh perguruan besar di Batang Hari, seperti Persaudaraan Setia Hati Terate, Tapak Suci, BS Melati, Pagar Nusa, Bunga Sejati, dan Kera Sakti. Mereka duduk satu meja bersama jajaran IPSI Provinsi Jambi, di antaranya Sekretaris Umum H. Wahyudi, SE., Bidang Pembinaan Prestasi Rabuan Hamzah, S.Pd., serta Komisi Disiplin Zulyadin.

Dalam suasana yang cair dan penuh kekeluargaan, seluruh peserta menyepakati pembentukan karateker sebagai langkah menuju Muskab IPSI yang akan digelar 11 Juli 2025 mendatang. Nama-nama yang disepakati untuk mengisi formasi tersebut yaitu Rabuan Hamzah, S.Pd. sebagai Ketua Karateker, Sumardi sebagai Wakil Ketua, H. Wahyudi, SE. sebagai Sekretaris, dan Andi Susanta, SE., ME. sebagai Bendahara.

Sekretaris IPSI Provinsi Jambi, H. Wahyudi menjelaskan, PERSINAS ASAD dipilih sebagai tempat pertemuan karena dianggap netral dan mampu menjadi jembatan antarperguruan.

“Markas ASAD ini kami pilih karena bisa menjadi ‘neutral ground’ yang menyejukkan. Semua perguruan merasa nyaman tanpa adanya dominasi,” ujar Wahyudi.

Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Batang Hari, Sumardi, yang ditunjuk sebagai Wakil Ketua Karateker, menegaskan bahwa peran yang diemban bukan sekadar menjalankan forum, tetapi juga menciptakan harmoni baru antarpesilat.

“Kami ingin Muskab ini bukan cuma formalitas, tapi jadi awal baru. ASAD hadir bukan untuk memimpin, tapi menyatukan,” tegasnya.

Zulyadin dari Komisi Disiplin menilai bahwa momentum ini adalah cerminan kedewasaan organisasi, setelah lima tahun masa vakum tanpa prestasi yang berarti.

“Ego perguruan saat ini sudah dikalahkan oleh semangat kebangkitan prestasi. Ini bukti bahwa kita semua siap menyongsong IPSI yang lebih solid,” katanya.

Rabuan Hamzah selaku Ketua Karateker juga menekankan bahwa fokus Muskab kali ini bukan lagi soal perebutan posisi, melainkan bagaimana menyusun kembali pembinaan pesilat dan menghidupkan agenda kejuaraan yang sempat terhenti.

“Pesilat kita butuh panggung, bukan drama. Ini waktunya bangkit,” ujar Rabuan.

Dengan konsolidasi yang telah terjalin, Muskab IPSI Batang Hari 2025 diyakini akan menjadi momentum sejarah. Saat semua jurus tak lagi digunakan untuk saling menjatuhkan, melainkan menyatu dalam satu irama: membangun Batang Hari sebagai kandang juara pencak silat.

Share This Article