Bangka Belitung, (30/8) – Semangat melestarikan budaya bela diri tradisional terus hidup di Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. Puluhan pesilat cilik ASAD Lubuk Besar menggelar latihan rutin di halaman Dusun Simpang, Sabtu (30/8) sore.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 30 pesilat cilik, mulai dari usia dini hingga pra-remaja. Mengenakan seragam kebesaran PERSINAS ASAD, mereka terlihat kompak menjalani sesi latihan yang dipandu oleh Muhammad Ali, pelatih setempat.
Materi latihan meliputi jurus dasar PERSINAS ASAD, jurus tunggal baku IPSI, teknik dasar tangan dan kaki, serta latihan fisik untuk membangun kekuatan dan daya tahan. Meski digelar dengan fasilitas sederhana, semangat para pesilat cilik tidak pernah luntur.
“Kami ingin pembinaan ini tidak hanya melahirkan pesilat yang tangguh, tapi juga anak-anak yang disiplin, sopan, dan mencintai budaya bangsa,” ujar Muhammad Ali.
Dukungan orang tua pun sangat terasa. Banyak yang menilai anak-anak lebih aktif, tertib, dan jauh dari ketergantungan gawai setelah rutin mengikuti latihan.
“Anak-anak jadi lebih sehat, disiplin, dan punya sikap sosial yang baik,” kata salah satu orang tua.
Ketua PERSINAS ASAD Bangka Tengah, M. Mustar, mengapresiasi semangat pembinaan di Dusun Simpang.
“Pembinaan ini contoh nyata bahwa silat harus tumbuh dari akar rumput. Dari desa kita lahirkan juara yang bisa mengharumkan Bangka Tengah,” ujarnya.
Ke depan, pesilat cilik ASAD Lubuk Besar akan dipersiapkan mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Kabupaten. Program latihan juga akan diperkuat dengan simulasi pertandingan dan uji kenaikan tingkat.
Dengan dukungan pelatih, orang tua, dan masyarakat, ASAD Lubuk Besar membuktikan bahwa generasi muda siap tumbuh menjadi tangguh, berkarakter, dan berprestasi – mulai dari dusun, untuk negeri.


