Jambi (12/10) – Guna mengasah kemampuan dan menjaga vitalitas warganya, Pengurus Kecamatan PERSINAS ASAD Jambi Timur berkolaborasi dengan Yayasan Tawakkal menyelenggarakan Pasanggiri Pencak Silat ASAD. Kegiatan ini berlangsung di Kompleks Yayasan Tawakkal, Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, pada Minggu (12/10).
Acara ini tidak hanya sekadar pertandingan, tetapi juga merupakan bentuk komitmen dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Ketua Yayasan Tawakkal, H. Achyar Rosyidi, S.Sy., menegaskan hal tersebut dalam sambutannya.
“Ini adalah wujud kecintaan kami terhadap Pencak Silat, sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui oleh UNESCO,” ujar H. Achyar Rosyidi, menekankan dimensi budaya dari kegiatan tersebut.
Sementara itu, Pembina PERSINAS ASAD Jambi Timur, H. Sukat, memaparkan tujuan yang lebih praktis dari penyelenggaraan pasanggiri. Ia menjelaskan bahwa event ini dirancang untuk mengasah kemampuan seni bela diri warga ASAD.
“Tujuan Pasanggiri ini adalah untuk mengasah kemampuan ilmu seni bela diri Warga ASAD, untuk keamanan mandiri dan untuk kesehatan jasmani,” jelas H. Sukat.
Tidak berhenti di satu kegiatan, H. Sukat juga mengungkapkan rencana pengembangan ke depan. “Program selanjutnya, insya Allah, akan diadakan Pasanggiri untuk kategori Putri dan usia dini,” terangnya.
Di akhir pernyataannya, H. Sukat menyampaikan harapan dan motivasi kepada seluruh jajaran padepokan. Ia mendorong agar latihan dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.
“Saya berharap semua padepokan bisa selalu melatih kemampuan dengan konsisten dan terus-menerus, dari usia dini sampai usia istimewa, supaya badan tetap sehat dan bugar. Dan jangan lupa untuk selalu meminta doa pertolongan kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kesehatan dan keamanan,” pungkas H. Sukat.
Kegiatan pasanggiri ini ditutup dengan semangat kebersamaan yang tinggi, menandai komitmen bersama untuk melestarikan Pencak Silat sekaligus membina kesehatan dan ketahanan masyarakat.


