ASAD Papua Barat Ikuti Sosialisasi PPSN 2025 Demi Tingkatkan Kualitas Pertandingan

admin
By admin
3 Min Read

Papua Barat (17/11) — Pengurus Besar PERSINAS ASAD melaksanakan Sosialisasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional (PPSN) 2025 secara hybrid. Kegiatan dipusatkan di Gedung PB PERSINAS ASAD dan diikuti Pengprov se-Indonesia serta perwakilan ASAD luar negeri, dengan lebih dari 368 titik studio, termasuk partisipasi Pengprov PERSINAS ASAD Papua Barat.

Kegiatan dibuka oleh Ketua PB PERSINAS ASAD, Brigjen TNI (Purn.) Agus Susarso. Ia menekankan pentingnya seluruh pengurus, pelatih, wasit juri, dan pesilat untuk terus memperbarui pengetahuan terkait aturan terbaru IPSI.
“Kita harus up to date agar terhindar dari pelanggaran. Kita diberi amanah menjaga sportivitas sebagai ciri khas PERSINAS ASAD,” tegasnya.

Dari Studio Mini Papua Barat, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Papua Barat, Dwijo Sasono, S.Pd, menyampaikan bahwa revisi aturan kali ini menyoroti penyempurnaan teknik tanding. Mulai dari penilaian serangan sah, larangan tarikan atau jatuhan akibat pukulan, hingga ketentuan jatuhan. Pembaruan juga mencakup panduan wasit-juri, pelatih, dan prosedur penanganan medis.

Dwijo menjelaskan bahwa beberapa teknik kini diperjelas, termasuk ketentuan serangan tunggal dari pukulan atau tendangan yang tidak lagi dihitung sebagai poin. Ia menyebut materi ini sangat penting untuk dipahami seluruh pelatih dan wasit agar tidak terjadi salah interpretasi di lapangan.

Pada sesi tanya jawab, peserta menyoroti kasus jatuhan bersamaan. Narasumber menjelaskan bahwa pesilat yang berhasil berdiri lebih dulu diarahkan ke sudut kuning (netral), sementara pesilat yang jatuh tetap dihitung hingga selesai. Pesilat yang mampu berdiri dinyatakan sebagai pemenang.

Isu lain yang dibahas adalah fokus wasit juri ketika pertandingan terlalu padat. Narasumber menegaskan hal tersebut merupakan tanggung jawab panitia dalam mengatur jadwal agar pertandingan tetap berlangsung optimal.

Ada pula masukan terkait pendamping pesilat yang dilarang memberi kode berupa teriakan. Yang diperbolehkan hanyalah tepuk tangan sebagai bentuk dukungan.

Kegiatan ditutup oleh Sekretaris PB PERSINAS ASAD, Kayat Sukayat, S.Pd. Ia menegaskan bahwa materi sosialisasi belum seluruhnya tersampaikan dan akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya.
“Terima kasih atas partisipasi aktif. Bila ada pertanyaan, silakan melalui sekretaris provinsi. Untuk wasit juri PERSINAS ASAD yang bertugas di IPSI, mohon tetap melapor pada dewan penasehat dan menjaga citra dari pelanggaran,” tegasnya.

Sosialisasi PPSN 2025 ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme wasit, pelatih, dan pesilat PERSINAS ASAD dalam menghadapi pertandingan tingkat nasional maupun internasional.

Share This Article