Jambi (05/12) – Dalam upaya mendukung persiapan Pencak Silat menuju kancah Olimpiade, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menyelenggarakan Penataran Wasit Juri Internasional. Kegiatan intensif ini berlangsung di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 4 hingga 8 Desember 2025. Pengprov IPSI Jambi turut mengirimkan delegasi andalannya, termasuk M. Nurdin, wasit juri dari Perguruan PERSINAS ASAD Jambi.
M. Nurdin berangkat ke ibu kota bersama empat rekan wasit juri lainnya dari IPSI Provinsi Jambi. Keikutsertaan ini tidak hanya sebagai perwakilan perguruan, tetapi juga merupakan mandat resmi dari Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jambi untuk melakukan upgrading kompetensi dari level nasional ke standar internasional.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jambi, H. Wahyudi, SE., menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam konteks globalisasi olahraga bela diri tradisional Indonesia. “Keikutsertaan wasit juri kita, termasuk Saudara M. Nurdin, dalam penataran internasional ini adalah sebuah keharusan. Kita tidak hanya mempersiapkan atlet, tetapi juga official yang kompeten dan diakui dunia. Ini merupakan langkah krusial dalam mensukseskan Pencak Silat menuju Olimpiade,” ujar H. Wahyudi saat dikonfirmasi.
Pelatihan yang diikuti puluhan wasit juri pilihan dari seluruh Indonesia ini dirancang khusus untuk menyelaraskan pemahaman, interpretasi peraturan, serta teknis penjurian sesuai standar tertinggi yang ditetapkan untuk pertandingan tingkat internasional dan Olimpiade. Materi mencakup pembaruan peraturan (rulebook), etika juri, penggunaan teknologi bantu, serta simulasi penilaian pada berbagai kategori lomba.
“Ini adalah kesempatan emas untuk meng-upgrade kemampuan. Standar internasional, terutama yang menyongsong Olimpiade, pasti lebih detail dan ketat. Kami akan pelajari semuanya secara komprehensif untuk dibawa pulang dan disosialisasikan di Jambi,” jelas M. Nurdin mengenai tujuan keikutsertaannya, sebagaimana disampaikan kepada media sebelum keberangkatan.
Kehadiran perwakilan Jambi dalam forum nasional ini diharapkan dapat berdampak signifikan pada peningkatan kualitas penyelenggaraan even-even Pencak Silat di daerah. Dengan wasit yang berkompetensi internasional, setiap kompetisi dapat berjalan lebih adil, transparan, dan berkualitas, yang pada akhirnya juga mendongkrak prestasi atlet.
Komitmen Pengprov IPSI Jambi dan perguruan seperti PERSINAS ASAD dalam mendukung program PB IPSI ini menunjukkan kesiapan daerah untuk berkontribusi pada suksesnya Pencak Silat di pentas global. “Langkah Mas Nurdin dan keempat rekannya bukan sekadar pelatihan individu, melainkan investasi sumber daya manusia untuk kemajuan olahraga nasional dan pengakuan dunia terhadap warisan budaya Indonesia,” pungkas H. Wahyudi.


