Jambi (7/12) – Semangat persaudaraan dan kebersamaan menguat dalam gelaran Festival Pasanggiri Putri yang digelar secara kolaboratif oleh Pengurus Kabupaten PERSINAS ASAD Bungo dan Pengurus Kabupaten PERSINAS ASAD Tebo, Minggu (7/12). Acara yang dipusatkan di Padepokan PERSINAS ASAD Tebo ini berhasil menyatukan kader dari dua wilayah dalam semangat sportivitas dan kekeluargaan.
Festival yang mengusung tema mendalam, “1000 Kawan Terlalu Sedikit, 1 Musuh Terlalu Banyak”, diikuti oleh 20 kontingen yang mewakili berbagai padepokan se-Kabupaten Tebo dan Bungo. Lebih dari 300 warga ASAD, terdiri dari peserta langsung dan penggembira, memadati lokasi acara, menciptakan atmosfer yang meriah dan penuh Keakraban.
Acara dibuka secara resmi oleh Dewan Pembina Daerah, Muklis Arifin. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pasanggiri ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan melancarkan amanah organisasi.
“Penyelenggaraan Pasanggiri ini kita lakukan untuk melancarkan nasihat Guru Besar agar segenap warga ASAD senantiasa bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam berlatih. Ini adalah wujud dari tema kita: memperbanyak sahabat, menghindari permusuhan,” ujar Muklis Arifin di hadapan seluruh peserta.
Pernyataan senada disampaikan oleh Surono, Koordinator Pendekar dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa nilai utama acara ini terletak pada partisipasi dan kebersamaan. “Dalam acara ini, semua adalah juara. Kejuaraan sejati adalah sudah hadirnya semangat untuk mendukung dan melancarkan acara ini dengan penuh khidmat. Ini adalah kemenangan kolektif kita semua,” katanya, disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Festival Pasanggiri Putri ini menampilkan berbagai pertunjukan dan gelar kemampuan dari para pesilat putri PERSINAS ASAD dari berbagai tingkatan usia. Setiap kontingen menunjukkan dedikasi dan hasil latihan yang intensif, dengan semangat saling menghargai antar peserta yang sangat terasa. Antusiasme warga ASAD dari kedua kabupaten terlihat jelas, baik dari sorak-sorai pendukung maupun kesigapan panitia yang berasal dari unsur Tebo dan Bungo.
“Alhamdulillah, antusiasme warga ASAD Tebo dan Bungo sangat tinggi untuk mensukseskan festival ini. Ini membuktikan bahwa silaturahmi dan semangat berorganisasi kita sangat kuat. Kolaborasi seperti ini ke depan harus terus kita tingkatkan,” ujar Khamim, salah seorang panitia.
Kegiatan ini tidak hanya berhasil sebagai ajang unjuk kebolehan, tetapi lebih jauh, menjadi medium perekat persaudaraan yang konkret. Tema yang diusung menjadi pegangan bersama bahwa dalam membangun organisasi dan masyarakat, kekuatan terletak pada banyaknya sekutu dan persahabatan, sementara permusuhan harus dihilangkan sekecil apa pun.


