Gongju, Korea Selatan – Federasi Pencak Silat Korea Selatan resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni yang digelar di Kota Gongju, Minggu (7/12/2025). Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan pencak silat Indonesia di negeri ginseng, sekaligus menandai pengakuan resmi terhadap PERSINAS ASAD di Korea Selatan.
Acara peresmian dihadiri langsung oleh President Pencak Silat Korea Selatan, Sekretaris Jenderal Persilat Teddy Suratmadji, serta Pelatih Internasional Denny Aprisani. Turut hadir pula Denny Wewey Family, seluruh perwakilan perguruan pencak silat yang ada di Korea Selatan, serta dua perwakilan PERSINAS ASAD Korea Selatan, salah satunya Yahya Maulana.
Peresmian federasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi pencak silat di Korea Selatan, sekaligus memperluas jaringan kerja sama internasional antarperguruan. Dengan terbentuknya federasi resmi tersebut, pencak silat kini memiliki payung hukum dan organisasi yang jelas di Korea Selatan.
Pengakuan resmi terhadap PERSINAS ASAD oleh Federasi Pencak Silat Korea Selatan juga menjadi bukti eksistensi dan kontribusi nyata ASAD dalam pengembangan pencak silat di tingkat global. Para pesilat ASAD diharapkan dapat terus berperan aktif dalam pembinaan, promosi, serta prestasi pencak silat internasional.
Sekjen Persilat Teddy Suratmadji dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya persatuan perguruan dalam satu wadah resmi agar pencak silat semakin dikenal luas dan berkembang pesat di luar negeri. Ia juga mengapresiasi semangat para pesilat Indonesia yang terus mengharumkan seni bela diri tradisional bangsa di kancah dunia.
Dengan peresmian ini, pencak silat di Korea Selatan diharapkan semakin maju, terorganisir, serta mampu mencetak pesilat-pesilat berprestasi yang membawa nama baik budaya Indonesia di tingkat internasional.




