Jakarta (19/7) – GOR Padepokan Pencak Silat Indonesia, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu malam (19/7/2025), menjadi saksi kebersamaan dan semangat persaudaraan dalam acara Selamatan Pengesahan Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang/Cabang Khusus se-DKI Jakarta.
Acara ini dihadiri oleh para Ketua Umum PSHT dari berbagai daerah, perwakilan PB IPSI, Pengurus Besar PERSINAS ASAD diwakili oleh Komdis PB PERSINAS ASAD Kolonel H. Sapardi dan Sekretaris PERSINAS ASAD DKI Jakarta, Afghan Sulung Maulana, serta ratusan calon warga baru PSHT yang siap disahkan.
Bendahara Umum PB IPSI, Abdul Aziz, yang mewakili Ketua Umum PB IPSI, memberikan sambutan penting di hadapan para calon warga. Dalam arahannya, Abdul Aziz menekankan pentingnya bersyukur dan terus belajar.
“Sebagai calon warga, adik-adik harus senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, serta selalu taat dan tunduk kepada pelatih, guru, dan sesepuh. Jangan pernah merasa cukup dalam belajar,” pesannya.
Ketua Umum PSHT, Kangmas Taufik, menyampaikan kabar gembira dalam sambutannya. Ia menjelaskan bahwa persoalan internal organisasi kini telah selesai dan status badan hukum PSHT telah pulih kembali.
“Alhamdulillah, legalitas kita sudah kembali. Ini akan mempermudah PB IPSI dalam proses administrasi dan koordinasi ke depan,” ujar Kangmas Taufik.
Ia juga mengungkapkan kesedihannya selama beberapa tahun terakhir, di mana PSHT yang merupakan salah satu pendiri PB IPSI hanya menjadi peninjau dalam banyak kegiatan akibat konflik internal.
“Di bulan Syura ini, status PSHT sudah jelas. Semoga ini menjadi awal perubahan yang baik bagi kita semua dan juga bagi PB IPSI,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Kangmas Taufik juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan di tengah gempuran informasi tidak akurat di media sosial. Ia menegaskan bahwa PSHT bukan hanya soal seragam dan jurus, tapi tentang sikap dan komitmen menjaga kehormatan.
“Menjaga persaudaraan tidak mudah, apalagi jika hanya mengandalkan informasi dari media sosial yang sering tidak valid. Kita harus bijak dan tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.
Kepada para calon warga, Kangmas Taufik mengingatkan agar setelah disahkan nanti, mereka terus belajar, bersilaturahmi dengan para pelatih dan senior, serta menjadi contoh yang baik di masyarakat.
Organisasi, lanjutnya, harus difungsikan untuk menjaga dan melestarikan ajaran perguruan, bukan menciptakan keresahan di masyarakat. Ia juga mengajak seluruh warga PSHT untuk mendukung program pemerintah.
“Kalau sampai membuat keresahan di masyarakat, itu berarti kegagalan kita sebagai warga. Mari jaga nama baik dan manfaatkan persaudaraan ini untuk hal-hal yang baik,” tutupnya.



