ASAD Jakarta Utara Sabet 7 Medali di IPSC Kelima 2025

admin
By admin
2 Min Read

Jakarta (4/8)- Kontingen PERSINAS ASAD Jakarta Utara tampil gemilang di ajang Indonesia Pencak Silat Championship (IPSC) ke-5 yang digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 2–3 Agustus 2025. Dari ajang ini, para pesilat ASAD membawa pulang tujuh medali: dua emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Sekretaris PERSINAS ASAD Jakarta Utara, Untung Sugiharto, menjelaskan bahwa medali diperoleh dari berbagai nomor, baik kategori seni maupun tanding.

Dua medali emas diraih dari nomor seni. Emas pertama datang dari pasangan ganda putra pra remaja Brian Haidar Azkamsyah dan Abdul Ghofur Prayoga. Emas kedua disumbang tim seni beregu putra pra remaja yang terdiri dari Muhammad Waki Zahir Hizam, Arbi Lutfiansyah Jaya, dan Sulthan Khoiru Akbar.

Sementara itu, satu medali perak diraih pesilat Kiyoshi Abdullah Hannureksa dari nomor tanding kelas D remaja putra. Tambahan perak juga disumbangkan oleh Fattan Dzamalin Khoir dari nomor seni tunggal putra tingkat SD usia dini 2.

Tiga perunggu masing-masing dipersembahkan oleh Bani Syukur (seni tunggal putra pra remaja), Ozka (tanding kelas C putra pra remaja), dan Danang Kuncoro Putro (tanding kelas L putra pra remaja).

Manajer Kontingen ASAD Jakarta Utara, Firmansyah, mengatakan hasil ini adalah buah dari latihan rutin dan kekompakan tim.
“Prestasi ini tak lepas dari kerja keras para pesilat, juga dukungan para pembina dan pelatih selama training center hingga pertandingan,” ujar Firmansyah, Minggu (3/8/2025).

Ketua PENGKOT PERSINAS ASAD Jakarta, H. Waryanto, mengapresiasi pencapaian ini. Ia berharap semangat dan prestasi para pesilat bisa terus meningkat ke level lebih tinggi.
“Target kami ke depan bukan hanya juara nasional, tapi juga internasional. Tapi tetap, karakter luhur dan jiwa kesatria harus jadi fondasi utama,” tegasnya.

Kejuaraan IPSC ke-5 diikuti 1.430 peserta dari 185 kontingen seluruh Indonesia. Peserta datang dari berbagai provinsi, seperti Banten, Jawa Timur, Lampung, Gorontalo, hingga Papua.

Ketua Panitia IPSC ke-5, Nuryanto, menyebut ajang ini jadi panggung pencarian bibit atlet dari SD hingga SMA.
“Silat sekarang sudah mendunia, sudah diikuti 70 negara. Semoga jadi pemicu masuknya silat ke Olimpiade,” ungkap Nuryanto.

Share This Article