Jawa Tengah (23/11) — Pengurus Provinsi Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) pada 22–23 November 2025 di Pondok Pesantren Haji Sulaiman Al Jaidi Islamic Boarding School, Desa Jemawu Timur, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Batang. Kegiatan dibuka hari Sabtu pukul 16.00 WIB dan diikuti oleh Dewan Pembina dan jajaran pengurus provinsi se-Jawa Tengah.
Rakorprov ini difokuskan pada penyusunan program kerja Pengprov PERSINAS ASAD untuk tahun 2026 serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran selama tahun 2025. Selain evaluasi dan perencanaan, Rakorprov menjadi forum strategis untuk membentuk tim/POKJA yang akan mengawal berbagai bidang teknis organisasi, antara lain Lembaga Ilmu Seni Beladiri, Lembaga Pelatih, Promosi & Pemasaran (Promar), Pembinaan Pelatih Putri, serta Koordinator Wilayah (Korwil).
Agenda utama Rakorprov:
- Pemaparan job description dan pembagian tugas pengurus provinsi.
- Review kegiatan dan evaluasi anggaran tahun 2025.
- Penyusunan rencana kegiatan dan RAB tahun 2026 yang realistis dan terukur.
- Pembentukan Tim/POKJA untuk Lembaga Ilmu Seni Beladiri, Lembaga Pelatih, Promar, Pelatih Putri, dan Korwil guna memperkuat struktur pembinaan dan pengelolaan program.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, menegaskan pentingnya rakor sebagai momentum konsolidasi. “Rakorprov ini harus menjadi langkah konkret untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi antar pengurus dan cabang, serta memetakan program pembinaan yang mampu mendorong lompatan prestasi. Kita menargetkan percepatan prestasi dari tingkat provinsi hingga kecamatan pada 2026,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ketua juga mengajak seluruh peserta untuk memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif dan berpihak pada kepentingan pembinaan atlet serta kesejahteraan pelatih. Peserta diimbau mengenakan seragam PERSINAS ASAD untuk menjaga khidmat acara dan identitas organisasi, sementara untuk kegiatan tertentu diperbolehkan mengenakan pakaian bebas rapi sesuai ketentuan panitia.
Harapan dan keluaran yang diinginkan:
- Terbentuknya tim kerja (POKJA) yang aktif dan terukur untuk menyusun hingga melaksanakan program pembinaan.
- Rencana anggaran (RAB) Organisasi tahun 2026 yang transparan, efisien, dan berpihak pada pengembangan atlet usia dini serta pelatihan pelatih.
- Terbangunnya peta kegiatan tahunan yang menjamin pemerataan pembinaan di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
- Penguatan sinergi antara olahraga, pendidikan, dan pembentukan karakter/akhlak mulia sebagai nilai dasar pembinaan PERSINAS ASAD.
PERSINAS ASAD Jawa Tengah menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk menyiapkan atlet yang berprestasi dan berkarakter melalui integrasi program teknis, pendidikan, serta nilai-nilai etika dan agama. Rakorprov ini diharapkan menjadi titik tolak perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas pelatih, dan perluasan akses pembinaan hingga tingkat akar rumput. (Rizal PM)


