Jakarta (01/02) – PERSINAS ASAD kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pencak silat di tingkat internasional dengan mengirimkan pelatih ke luar negeri. Program bertajuk Pengiriman Pelatih ke Luar Negeri untuk Pencak Silat Road to Olympic ini diikuti oleh Abdul Malik.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember, bertempat di Arab Saudi. Program ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya sekaligus penguatan posisi pencak silat di kancah global.
Pengiriman pelatih ini merupakan langkah strategis PERSINAS ASAD dalam memperluas jaringan internasional serta memperkenalkan seni bela diri tradisional Indonesia ke mancanegara.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengenalkan pencak silat secara lebih luas, sekaligus membuka peluang agar olahraga tersebut dapat diterima di berbagai negara.
“Harapannya, pencak silat bisa berkembang di negara-negara di lima benua dan suatu saat bisa dipertandingkan di ajang Olimpiade,” ujarnya.
Selain memperkenalkan teknik dan filosofi pencak silat, Abdul Malik juga berperan sebagai duta budaya yang membawa nilai-nilai luhur bangsa Indonesia kepada masyarakat internasional.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan penuh semangat tentang pentingnya menjaga warisan budaya.
“Semoga pencak silat bisa mendunia, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budayanya sendiri. Pencak silat adalah budaya bangsa. Pencak silat road to Olympic,” tegasnya.
Program ini juga sejalan dengan visi jangka panjang menuju keikutsertaan pencak silat dalam ajang Olympic Games. Melalui pembinaan berkelanjutan dan promosi internasional, pencak silat diharapkan semakin diakui sebagai olahraga kompetitif dunia.
Dengan adanya pengiriman pelatih ke luar negeri ini, PERSINAS ASAD optimistis pencak silat Indonesia semakin dikenal, dihargai, dan mampu bersaing di tingkat global.



