Merangin (30/8) – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Merangin menggelar Sosialisasi dan Penataran Pelatih serta Wasit Juri Pencak Silat pada 29–31 Agustus 2025. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 1 Merangin dan diikuti puluhan peserta dari berbagai perguruan silat di daerah tersebut.
PERSINAS ASAD Merangin ikut ambil bagian dengan mengirimkan dua utusan pelatih dan dua utusan wasit juri. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pencak silat.
Ketua IPSI Kabupaten Merangin, Juhendri, S.Pd.I., menegaskan kegiatan ini penting untuk menyiapkan SDM unggul.
“Kita ingin memastikan pelatih dan wasit juri di Merangin memiliki standar kompetensi mumpuni dan update peraturan terbaru. Dengan begitu pencak silat bisa berkembang lebih profesional,” kata Juhendri.
Hal senada disampaikan Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Merangin, Hasbiana Walad. Ia menyebut penataran ini sebagai kesempatan emas untuk meningkatkan profesionalitas aparat pertandingan.
“Kegiatan ini akan melahirkan pelatih dan wasit juri yang profesional, berintegritas, serta memahami regulasi modern termasuk pemanfaatan teknologi digital,” ujar Hasbiana.
Menurutnya, peningkatan kualitas perangkat pertandingan akan berdampak langsung pada pembinaan pesilat.
“Dengan aparat pertandingan yang profesional, akan lahir pesilat yang mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Penataran ini menghadirkan narasumber berpengalaman, di antaranya Muhaimin, SH., wasit juri bersertifikat internasional dari Jambi, serta Putra, Binpres IPSI Jambi sekaligus pelatih berpengalaman. Selain teori, peserta juga mengikuti sesi praktik untuk memperdalam pemahaman materi.
IPSI Merangin berharap, kegiatan ini bisa mencetak pelatih dan wasit juri yang siap bersaing di level nasional. Sekaligus menjaga pencak silat tetap eksis sebagai warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan.


