Sulawesi Barat (29/9) – Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Pasangkayu menggelar pasanggiri perdana yang diikuti puluhan pesilat muda dari berbagai daerah. Ajang tersebut berlangsung di halaman Masjid Baitul A’la, Pasangkayu, Sulawesi Barat, Minggu (7/9).
Ketua PERSINAS ASAD Pasangkayu, Bisri Remba, mengatakan pasanggiri ini bukan sekadar adu jurus, tetapi wahana pembentukan karakter generasi muda.
“Selain menumbuhkan kecintaan terhadap pencak silat sebagai warisan budaya leluhur, kegiatan ini juga mengajarkan bagaimana menjaga keamanan diri dan lingkungannya,” ujarnya.
Bisri menilai derasnya arus media sosial membuat generasi muda mulai melupakan seni bela diri tradisional. Karena itu, pasanggiri menjadi cara efektif menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap pencak silat.
“Pencak silat jangan dipandang hanya sebagai unjuk kekuatan, tetapi sebagai media pendidikan. Harapannya, warga PERSINAS ASAD bisa membangun keamanan mandiri di tengah perkembangan situasi kamtibmas saat ini,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya sportivitas. Menurutnya, kemenangan bukanlah tujuan utama.
“Nilai kejujuran dan sikap menghormati keputusan juri lebih berharga daripada sekadar meraih gelar juara. Inilah pembelajaran karakter yang sebenarnya,” jelasnya.
Pasanggiri perdana ini diikuti 14 kontingen pesilat muda LDII dari Kabupaten Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan Donggala. Pertandingan difokuskan pada kategori jurus dasar seni bela diri ASAD, dengan peserta dari tingkat pra-remaja hingga remaja, baik putra maupun putri.
Bisri menambahkan, pasanggiri akan dijadikan agenda tahunan agar pesilat muda semakin berkembang dan percaya diri.
“Semoga dari ajang ini lahir generasi tangguh yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berakhlak mulia,” pungkasnya.



