Jakarta (08/01) – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (MUNAS) VI PERSINAS ASAD yang digelar pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Grand Ballroom Minhaajurrosyidin, Pondok Gede, berlangsung semarak dan penuh semangat persaudaraan. Salah satu momen yang paling menyedot perhatian peserta adalah penampilan atraksi rampak pencak silat dari tim Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Atraksi rampak ini menampilkan kekompakan, ketangguhan teknik, serta keindahan gerak pencak silat yang berpadu dengan nilai-nilai budaya dan sportivitas. Penampilan tersebut menjadi bukti nyata eksistensi PERSINAS ASAD dalam melestarikan sekaligus mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Prestasi Membanggakan Tim Rampak Jawa Barat Tim Rampak Jawa Barat yang tampil pada kesempatan ini diperkuat oleh atlet-atlet berprestasi, yaitu:
- Dede As’ad Sya’bani
- Andreka Ghustie Kadaton
- Rizramadhan Angra Abdul Jabbar
- Regenta Naafizafran
- Gani Nabil Anugrah
Deretan prestasi yang telah diraih tim ini antara lain:
- Juara 2 Pencak Malioboro Festival 2023 tingkat Nasional
- Juara 1 Bojes Cup-9 tingkat Jawa Barat
- Juara 2 Bupati Sukabumi Cup-2 tingkat Jawa Barat
Pengalaman dan jam terbang yang tinggi menjadikan penampilan tim rampak Jawa Barat tampil solid, energik, dan memukau para hadirin.
Tim Rampak DKI Jakarta Tak Kalah Gemilang
Sementara itu, tim rampak dari DKI Jakarta juga menunjukkan kualitas luar biasa melalui atlet-atlet:
- Yuhri Prasetyo
- Arden Aryaguna
Dengan torehan prestasi:
- Juara 2 Piala KONI Ke-2 2024 Kategori Ganda Putra
- Juara 3 Invitasi Pencak Silat DKI Jakarta 2024 Kategori Ganda Putra
- Juara 1 Invitasi Mahasiswa 2025 Kategori Ganda Putra
- Juara 3 Kejurda IPSI DKI Jakarta 2025 Kategori Ganda Putra
Selain itu, penampilan juga diperkuat oleh:
- M. Jafana Al-’Alam
- Arshavin Fathi Muhammad,
yang berhasil meraih Juara 2 Piala Kemenpora 2024 kategori Beregu Putra.
Atraksi rampak pencak silat pada MUNAS VI PERSINAS ASAD menjadi semakin bermakna dengan kehadiran Pesilat sepuh PERSINAS ASAD, Mbah Walijo. Kehadiran Mbah Walijo menjadi simbol kesinambungan nilai dari regenerasi pendahulu sampai generasi pesilat masa kini.
Penampilan atraksi rampak pencak silat pada MUNAS VI PERSINAS ASAD juga menjadi representasi nyata semangat “Pencak Silat Road to Olympic”. Pencak silat tidak hanya diposisikan sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai cabang olahraga prestasi yang terus dipersiapkan untuk bersaing di panggung dunia.
Melalui pembinaan berjenjang, penguatan teknik, peningkatan kualitas atlet, serta konsistensi dalam mengikuti kejuaraan nasional dan internasional, PERSINAS ASAD turut mengambil peran strategis dalam mendukung langkah pencak silat menuju pengakuan yang lebih luas di level global, termasuk cita-cita besar tampil di ajang Olimpiade.
Atraksi rampak yang ditampilkan oleh atlet-atlet berprestasi dari Jawa Barat dan DKI Jakarta ini menjadi simbol kesiapan generasi pesilat Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan. Kekuatan teknik, kekompakan, mental juara, serta nilai-nilai luhur seperti disiplin, sportivitas, dan persaudaraan menjadi fondasi penting dalam perjalanan pencak silat menuju Olimpiade.
Dengan semangat Road to Olympic, PERSINAS ASAD berkomitmen terus melahirkan atlet-atlet unggul yang mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional, sekaligus menjaga jati diri pencak silat sebagai identitas budaya nasional.



