Golok Sulangkar adalah salasatu golok khas Banten dan memiliki nilai magis yang tinggi. Sulangkarasli terbuat dari besi pilihan diantaranya besi Pelat Hitam, yang disebut besi sulangkar, dan baja dari kihkir bekas, besi sulangkar yang digunakanpun harus besi pilihan yang mengandung besi yang sudah dipakai oleh orang-orang zaman dulu/bekas pakai ( konon dipercayai besi bekas delman mengandung mistis yang kuat ) seperti bekas material andong alias sado/dokar, cara pembuatanyapun tidak mudah, bahan tersebut harus disatukan dengan cara dibakar terlebih dahulu, kemudian ditempa sampai menjadi satu.
Lempengan besi kemudian dibentuk sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian setelah membentuk lalu difinishing agar jadi golok yang siap pakai, ada yang memakai gagang dari tanduk kerbau dan ada juga yang dari kayu, tergantung selera masing-masing, tapi gagang dari tanduk kerbau agak sedikit mahal apa lagi tanduk kerbau bule. Zaman dulu tanduk yang digunakanya pun memakai tanduk kerbau bule yang tanduknya copot alami karena umur kerbau tersebut, bukan sengaja dipotong dan diambil tanduknya, konon hal itu dapat menambah nilai mistis yang besar pada golok sulangkar tersebut.
Fungsi:
Selain sebagai senjata, juga digunakan dalam upacara adat dan dipercaya memiliki kemampuan untuk menenangkan perasaan marah.
Ciri Khas:
Golok sulangkar asli memiliki tiga garis atau urat pada bilahnya, dengan warna hitam kemerahan, bukan hitam kehijauan.
Penggunaan:
Digunakan dalam berbagai keperluan, seperti upacara adat, koleksi pribadi, atau bahkan sebagai alat pertahanan diri.
Popularitas:
Golok Sulangkar cukup populer, terutama di kalangan kolektor senjata tradisional.
Perawatan:
Pemilik golok sulangkar diyakini bertanggung jawab untuk menjaga dan merawat senjata ini agar tetap dalam kondisi baik.


