Yogyakarta (28/9) – Kejuaraan tahunan yang digelar PERSINAS ASAD kabupaten Sleman bertajuk Sembada Cup merupakan ajang pencarian bakat dan potensi pesilat-pesilat muda PERSINAS ASAD yang ada di kabupaten Sleman. Tiap tahun selalu melahirkan pesilat-pesilat berprestasi dari tingkat kabupaten, provinsi bahkan hingga nasional.
Tahun 2025 ini merupakan Sembada Cup edisi ke 6. Diikuti 130 peserta yang menyasar pada pesilat Usia Dini 1 (umur 5-8 tahun), Usia Dini 2 (umur 8-11 tahun) dan usia Pra Remaja (umur 11-14 tahun). Berlangsung di Gedung Barak Evakuasi, Watuadeg Purwobinangun Pakem kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu-Minggu (27-28/9/2025). Mengusung tema “Dengan Prestasi PERSINAS ASAD, untuk Meningkatkan Karakter Luhur Menuju Generasi Emas Indonesia”.
Turut hadir sejumlah pejabat setempat dalam upacara pembukaan Sembada Cup ke 6 tahun 2025 diantaranya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kabupaten Sleman Heru Saptono, S.TP., M.M., Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) kabupaten Sleman Ir. R. Hadi Hargana, Babinkamtibmas Purwobinangun, Babinsa Purwobinangun, Lurah Purwobinangun R. Heri Suwasana serta beberapa perwakilan perguruan Pencak Silat yang ada di kabupaten Sleman.
Ketua Pengkab PERSINAS ASAD kabupaten Sleman, H. Nur Ridho, S.Pd., dalam sambutan pembukaannya mengatakan tujuan kegiatan ini untuk mencari pesilat-pesilat muda berbakat yang berkarakter luhur sehingga bisa meraih prestasi di tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional.
“Saya ikut prihatin disadari maupun tidak disadari kegemaran para remaja saat ini lebih senang menghabiskan waktu untuk bermain gadget. Saya berharap dengan digelarnya kejuaraan Pencak Silat semacam ini bisa menumbuhkan dan menyalurkan bakat anak-anak muda ke arah yang positif,” ungkap H. Nur Ridho.
Lebih lanjut H. Nur Ridho juga menyampaikan ajakan kepada seluruh perguruan Pencak Silat yang ada di kabupaten Sleman untuk tetap menjaga kerukunan antar perguruan.
“Seluruh perguruan Pencak Silat harus bisa menahan diri jangan mudah terprovokasi, mari bersama-sama menjaga Indonesia tetap utuh damai dan bermartabat. Pencak Silat lahir dari bumi Nusantara untuk membela bukan menyerang, untuk melindungi bukan merusak,” sambungnya.
Sementara Ketua IPSI kabupaten Sleman, Ir. R. Hadi Hargana mengungkapkan seluruh elemen yang ada di PERSINAS ASAD merupakan orang-orang baik dan jujur.
“Adik-adik nanti yang bertanding harus semaksimal mungkin, karena saya lihat wasit jurinya baik-baik dan jujur. Perguruan PERSINAS ASAD merupakan salah satu perguruan yang belum pernah protes, dirugikan seperti apapun di pertandingan tidak pernah protes,” ungkap Ketua IPSI Sleman.
Menutup rangkaian sambutan upacara pembukaan Sembada Cup ke 6 tahun 2025, Ketua Dewan Pembina Pengprov PERSINAS ASAD DIY H. Eka Budiyana, S.Pd., menegaskan kepada pesilat ada tiga hal kewajiban pesilat muda yaitu study (belajar), dedikasi (pengabdian) dan rekreasi (olahraga seni beladiri).
“Proses kalian menjadi dewasa diawali sejak usia dini harus punya karakter yang luhur, kemudian alim dan faqih serta kemandirian,” pungkasnya.
Sebagai ajang pencarian bakat dan potensi bagi pesilat muda, Kejuaraan Sembada Cup diharapkan bisa menjadi wadah positif untuk menyalurkan bakat minat dan potensi para generasi muda bangsa yang berkarakter luhur.



