Jakarta (27/7) — Pengurus Besar PERSINAS ASAD menggelar Konsolidasi Organisasi Pleno secara daring pada Minggu (27/7). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua PB PERSINAS ASAD, Teddy Suratmadji, dan diikuti oleh jajaran pengurus dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Teddy menyampaikan optimisme terhadap perkembangan pencak silat pasca terpilihnya Ketua Umum IPSI, Prabowo Subianto, sebagai Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, pencak silat mengalami kemajuan pesat, ditandai dengan maraknya kejuaraan terbuka yang digelar oleh berbagai instansi, termasuk TNI dan Polri.
“Perkembangan ini juga memunculkan perguruan silat militer, serta meningkatnya permintaan pelatih ke luar negeri. Dari PERSINAS ASAD, ada dua pelatih, Amri Rusdana dan Abdul Malik, yang saat ini aktif mencetak pesilat di berbagai negara,” ujar Teddy.
Sementara itu, pesilat PERSINAS ASAD atas nama Khoirudin Mustakim saat ini tengah memperkuat tim nasional Indonesia dalam ajang Vietnam Open. Turnamen ini merupakan bagian dari persiapan menuju SEA Games Thailand 2025.
“Ini menunjukkan bahwa peluang untuk berprestasi di dunia pencak silat sangat terbuka lebar. Indikator keberhasilan sebuah perguruan bukan hanya dari banyaknya medali, tetapi juga dari keikutsertaan pesilatnya di tim nasional,” jelas Teddy.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung soal regulasi baru pencak silat yang akan mulai diterapkan pada tahun depan, setelah melalui proses sosialisasi. “Untuk sementara, di Indonesia kita masih menggunakan peraturan lama hingga Munas PB IPSI berikutnya,” tambahnya.
Konsolidasi ini juga menjadi ajang penyamaan persepsi antar pengurus untuk terus menjaga mutu pembinaan dan konsistensi prestasi para pesilat ASAD di level nasional maupun internasional.




