Jambi (11/11) – Ratusan santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda Mentawak tampak antusias mengikuti latihan ilmu seni beladiri PERSINAS ASAD pada Selasa (11/11) sore lalu. Kegiatan yang rutin diadakan setiap Selasa sore ini menjadi wujud nyata komitmen pesantren dalam membina santri secara holistik, tidak hanya paham agama tetapi juga tangguh secara fisik dan mental.
Bertempat di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Huda Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, latihan kali ini dipimpin langsung oleh Pendekar Putri, Indah Rohmaningsih. Penunjukan pelatih berprestasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas pelatihan yang maksimal.
Ketua Pengurus Kabupaten PERSINAS ASAD Merangin, Hasbiana Walad, dalam keterangannya menyampaikan alasan pemilihan Indah sebagai pelatih. “Kami sengaja menunjuk Ibu Indah untuk menangani santri ponpes ini karena kompetensi dan dedikasinya di bidang seni beladiri. Harapan kami, setiap latihan para santri mengalami peningkatan kemampuan ilmu seni beladiri yang signifikan,” ujar Hasbiana.
Lebih lanjut, Hasbiana menjelaskan tentang kurikulum yang telah disusun secara sistematis. Untuk memastikan perkembangan setiap santri dapat terpantau dengan baik. “Kami telah menyusun kurikulum khusus yang dilengkapi dengan sistem evaluasi berkala. Ini penting untuk memastikan tidak ada satupun santri yang tertinggal dalam proses pembelajaran,” tambahnya.
Di bawah bimbingan Indah Rohmaningsih, para santriwati tidak hanya diajarkan teknik-teknik dasar beladiri, tetapi juga nilai-nilai disiplin, percaya diri, dan ketangguhan mental. “Melalui seni beladiri, kami ingin membentuk karakter santri yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki mental pejuang. Bekal ini akan sangat berguna ketika mereka kembali ke wilayah masing-masing,” jelas Indah.
Program ekstrakurikuler beladiri ini merupakan bagian integral dari sistem pendidikan di Ponpes Miftahul Huda Mentawak. Pihak pesantren meyakini bahwa keseimbangan antara pendidikan agama dan pembinaan fisik akan melahirkan generasi muslimah yang paripurna – kuat spiritualnya, tangguh fisiknya, dan berakhlak mulia.
“Dengan program seperti ini, kami berharap dapat mencetak santriwati yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi pendekar yang membawa manfaat bagi masyarakat di lingkungannya masing-masing,” pungkas Indah menutup sesi latihan yang berlangsung penuh semangat tersebut.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pondok pesantren tidak hanya fokus pada pendidikan agama semata, tetapi juga turut serta dalam membentuk generasi muda Indonesia yang sehat, tangguh, dan berkarakter.


