Maulana Ego Firdaus, Pesilat PERSINAS ASAD, Tantang Badai Seleksi dan Buktikan Lulus Jadi Calon Bintara TNI

admin
By admin
3 Min Read

Jambi (11/11) – Bak sebuah gerakan pencak silat yang penuh ketepatan dan ketangguhan, perjuangan Maulana Ego Firdaus, seorang pesilat berbakat PERSINAS ASAD Kabupaten Tebo, akhirnya berbuah manis. Pemuda 19 tahun yang dikenal disiplin di latihan ini berhasil menaklukkan ribuan pesaing dan resmi dinyatakan lulus sebagai Calon Bintara TNI Tahun 2025. Prestasinya membuktikan bahwa mental baja dan fisik prima yang diasah di gelanggang pencak silat menjadi bekal sempurna untuk mengabdi di medan patriotisme.

Ego, panggilan akrabnya, adalah putra dari pasangan Eko Nurcahyo dan Yati, warga Dusun Sumber Mulya, Desa Jayamulya, Kecamatan Rimbo Bujang. Perjalanannya menuju gerbang TNI adalah sebuah epik ketangguhan sejati. Awalnya, pada April 2025, ia harus menelan pil pahit kegagalan dalam seleksi Bintara Polri di Polda Jambi. Namun, layaknya seorang pesilat sejati yang pantang menyerah, kegagalan itu justru memantapkan tekadnya.

Ketika TNI membuka penerimaan Bintara TNI gelombang kedua pada September 2025, Ego langsung menyambutnya. Dengan mental “jawara” yang diasah di PERSINAS ASAD, ia menjalani setiap tahapan seleksi dengan fokus dan keyakinan tinggi. Dimulai dari pendaftaran pada 8 September, validasi pada 12 September, hingga rangkaian ujian fisik dan mental yang melelahkan di Korem 042/Garuda Putih pada 20 Oktober 2025. Hasilnya sungguh gemilang: dari 1.200 peserta, nama Ego tercatat dalam 153 orang yang dinyatakan LULUS. Keberhasilannya ini kemudian dikukuhkan setelah ia melewati tes pusat akhir di Kodam I/Bukit Barisan, Padang, pada 8 November 2025.

Saat ini, sang jawara PERSINAS ASAD tersebut telah resmi menjadi siswa di Sekolah Calon Bintara (Secaba) Rindam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, untuk menjalani pendidikan militer yang akan menempa jiwanya menjadi prajurit Tangguh.

Kebanggaan tak terhingga diungkapkan oleh sang ayah, Eko Nurcahyo. “Ini adalah bukti bahwa didikan dan disiplin yang dia dapatkan di PERSINAS ASAD tidak sia-sia. Dari anak petani sayur, bisa menjadi Calon Bintara TNI tanpa mengeluarkan biaya apa pun. Semua murni karena kerja keras, doa, dan mentalnya yang ditempa sebagai pesilat,” ujar Eko dengan penuh haru.

Eko juga berpesan kepada putranya, Semoga Ego menjadi abdi negara yang amanah, menjunjung tinggi nilai-nilai kesatriaan seperti yang dia pelajari dalam pencak silat, dan mampu menjaga kedaulatan NKRI dengan jiwa raga. “Semoga bisa menginspirasi generasi muda Tebo, terutama sesama pesilat, untuk tidak takut bermimpi besar,” pungkasnya.

Sebagai organisasi yang membesarkannya, PERSINAS ASAD Kabupaten Tebo turut menyambut gembira kesuksesan Ego. Prestasi ini dianggap sebagai buah nyata dari pembinaan karakter dan jasmani yang konsisten dilakukan melalui latihan pencak silat. Ego Firdaus bukan hanya menjadi kebanggaan keluarganya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa PERSINAS ASAD mampu mencetak pesilat-pesilat unggul yang siap mengabdi untuk bangsa dan negara.

Share This Article