JAKARTA (08/12) – Pengurus Besar Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD (PB PERSINAS ASAD) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) VI pada Kamis (8/1/2026). Mengusung tema ‘Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur’, forum ini menjadi wadah untuk menyusun rencana strategis pembinaan atlet nasional lima tahun ke depan, serta sebagai evaluasi atas kinerja lima tahun ke belakang.
Dalam kesempatan ini, Ketua Umum PB PERSINAS ASAD masa bakti 2021-2026, Brigjen. TNI (Purn) H. Agus Susarso menegaskan legitimasi PERSINAS ASAD sebagai bagian integral dari ekosistem olahraga nasional, di mana organisasi ini merupakan salah satu dari 16 perguruan yang diakui dalam AD-ART IPSI (termasuk dalam 6 Perguruan Besar anggota IPSI). Ia menyampaikan bahwa pedoman kerja “Aman untuk Selamat, Ampuh untuk Damai, untuk Keutuhan NKRI” telah diwujudkan melalui ekspansi organisasi yang kini telah memiliki kepengurusan hampir di seluruh provinsi di Indonesia.
“Atas ijin Alloh SWT, organisasi PERSINAS ASAD tidak hanya menjadi satu-satunya Perguruan Pencak Silat yang sudah memiliki 36 Pengprov dari 38 Provinsi di Indonesia, 344 Pengkab/Pengkot, Ratusan Pengurus Kecamatan, serta ribuan padepokan dengan tempat yang representatif dan sarana yang memadai,” papar Agus.
Tidak hanya itu, Ketum juga menyampaikan bahwa perkembangan keilmuan PERSINAS ASAD telah mencapai luar negeri “Saat ini sudah ada dan aktif di Malaysia, Singapore, Australia, Jepang, Korea, UAE, Saudi Arabia, Selandia Baru, Kongo, Amerika Serikat, bahkan ke negeri yang sangat jauh yaitu Suriname,” ujarnya.
Keberhasilan pembinaan prestasi juga disoroti oleh Ketum, yang membuktikan bahwa PERSINAS ASAD telah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Agus Susarso memaparkan bahwa selama lima tahun terakhir, pesilat PERSINAS ASAD secara konsisten mengharumkan nama Indonesia melalui raihan medali emas pada SEA Games Vietnam 2021 dan SEA Games Kamboja 2023, serta keberhasilan Khoirudin Mustaqim menyabet gelar Pesilat Terbaik Dunia pada 19th World Pencak Silat Championship di Malaysia. Prestasi ini diperkuat dengan penguasaan teknologi sport science melalui sistem informasi AIS dan keberadaan 275 wasit-juri tersertifikasi, termasuk 11 orang di tingkat internasional.
Selain prestasi fisik, Ketua Umum menekankan bahwa PERSINAS ASAD tetap fokus pada pembinaan karakter luhur dan pelestarian budaya melalui program Pasanggiri serta penderesan ilmu seni beladiri yang diikuti oleh 3.073 warga dalam pemusatan latihan sabuk merah. Ia menghimbau agar capaian-capaian ini diteruskan oleh kepengurusan mendatang.
“Teruslah kreatif dan inovatif dalam melaksanakan program kerja di masa mendatang. Hanya dengan bekerja kreatif dan inovatif, PERSINAS ASAD dapat membawa manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat,” pungkas Agus.


