Jambi (9/11) – Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Kabupaten Tebo sukses menggelar Pasanggiri khusus kategori putri, menghadirkan dua cabang perlombaan yaitu ATT (Aplikasi Teknik dan Teori) dan Kembangan Tepak 3. Acara yang bertema “Menempa Pendekar yang Berkarakter Luhur dan Religius” ini digelar di Padepokan PERSINAS ASAD Kabupaten Tebo pada Minggu (9/11).
Kegiatan ini berhasil menyedot perhatian dengan diikuti oleh kurang lebih 13 kontingen yang melibatkan sekitar 120 warga ASAD. Suasana semangat dan sportivitas terpancar dari seluruh peserta yang menunjukkan kebolehannya di atas matras.
Dalam sambutan pembukaannya, Pembina PERSINAS ASAD Kabupaten Tebo, H. Suwarno, menekankan pentingnya landasan niat dalam setiap aktivitas. “Semua ini harus diniati karena Allah untuk memperlancar ijtihad guru besar kita. Hanya dengan niat yang ikhlas, ilmu yang kita pelajari akan membawa berkah dan kemaslahatan,” ujar H. Suwarno di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme warga dalam menyukseskan acara tersebut. “Antusias warga ASAD sangat luar biasa untuk mensukseskan acara ini. Ini membuktikan komitmen kita bersama dalam melestarikan warisan budaya sekaligus membina generasi yang tidak hanya terampil secara fisik,” tambahnya.
Pasanggiri kali ini menitikberatkan pada pembentukan karakter dan nilai-nilai religius di samping kemampuan teknis bela diri. Melalui dua kategori yang dipertandingkan, peserta tidak hanya dinilai dari segi teknik dan kekuatan, tetapi juga dari sisi seni, disiplin, dan penjiwaan dalam setiap gerakan.
Sebagai bentuk pengembangan yang berkelanjutan, H. Suwarno juga menyampaikan harapan untuk kemajuan perguruan ke depannya. “Harapan ke depan dari warga ASAD bisa lebih maksimal lagi. Baik dari segi kuantitas peserta, kualitas teknik, maupun pendalaman aspek spiritual dalam setiap latihan,” pungkasnya.
Kegiatan yang berjalan lancar dan tertib dari awal hingga akhir ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya mencetak pesilat bela diri berkualitas, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak mulia, berintegritas tinggi, dan memiliki karakter religius yang kuat sebagai bekal di tengah tantangan zaman.


