Jakarta (13/11) — Ribuan atlet dari 15 provinsi turut ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Menpora Republik Indonesia ke-4, yang digelar di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 13–16 November 2025. Ajang berskala nasional ini terselenggara atas kerja sama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan KONI DKI Jakarta, dengan melibatkan sekitar 2.700 atlet dari berbagai daerah.
Kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah nomor dari kategori junior hingga senior dan menjadi bagian dari upaya besar IPSI untuk memperluas kiprah pencak silat di tingkat dunia. Dalam sambutannya, Wakil Ketua PB IPSI, Dwi Soetjipto, menyampaikan bahwa kejuaraan ini selaras dengan visi besar Ketua Umum PB IPSI, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk memperjuangkan agar pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade.
“Indonesia sebagai asal pencak silat tentu harus menyiapkan atlet-atletnya secara berlapis, dari usia dini hingga dewasa. Saat ini pun sudah banyak pelatih dari Indonesia yang dikirim ke berbagai negara untuk mempromosikan pencak silat ke tingkat dunia,” ujar Dwi Soetjipto, Kamis (13/11/2025).
Mewakili Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Sekretaris Pengprov PERSINAS ASAD DKI Jakarta, Afghan Sulung Maulana, turut hadir dalam acara pembukaan tersebut. Selepas pembukaan, Ia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional ini dan menegaskan pentingnya ajang tersebut bagi pengembangan atlet binaan ASAD.
“Tentu ini kejuaraan yang sangat bagus untuk mengasah kemampuan para pesilat Indonesia, khususnya bagi pesilat PERSINAS ASAD. Kami berharap para pesilat ASAD dapat meraih hasil terbaik dan terus menjunjung tinggi karakter luhur dalam setiap pertandingan,” ungkap Afghan.
Ia menambahkan, sebagai perguruan yang aktif berperan dalam pembinaan pencak silat di berbagai daerah, PERSINAS ASAD memandang kejuaraan seperti Piala Menpora sebagai wadah penting dalam menempa kemampuan teknis, mental, dan spiritual pesilat muda. Melalui kompetisi yang sehat, para pesilat tidak hanya diuji dalam keterampilan bertarung, tetapi juga dalam menjaga sportivitas dan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar pembinaan karakter di lingkungan ASAD.
“PERSINAS ASAD berkomitmen untuk terus mendukung program pembinaan nasional IPSI dan Kemenpora dalam melahirkan pesilat-pesilat tangguh yang mampu membawa pencak silat Indonesia ke kancah dunia,” pungkasnya.


