Banggai (18/6) – Pemusatan Latihan Nasional Tashih Sabuk Merah (TSM) PERSINAS ASAD resmi digelar di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada 18–25 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 77 pesilat 37 putra dan 40 putri yang datang dari berbagai daerah seperti Palu, Toli-Toli, Poso, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, hingga Banggai sebagai tuan rumah.
Tak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas pendekar, acara ini juga ditandai dengan penyematan sabuk kehormatan kepada dewan pembina PERSINAS ASAD Sulteng, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka terhadap pengembangan pencak silat di wilayah ini.
Hadir secara daring, Sekretaris Umum Pengurus Besar PERSINAS ASAD, Kayat Sukayat, turut memberi arahan dan dukungan. Kegiatan juga dihadiri oleh tim penguji nasional seperti Futi Rohmah, Leli Nur Aini, serta Agus Widoyono dan awalin yang mendampingi jalannya tashih dengan penuh semangat.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Sulteng, Herman H.S, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk menyatukan ritme latihan dan meningkatkan kualitas teknik bela diri di berbagai kelompok usia, mulai dari pra-remaja hingga manula.
“Alhamdulillah, dengan pelaksanaan pemusatan latihan ini, diharapkan PERSINAS ASAD di Sulteng semakin semangat, dan latihan di semua tingkat berjalan lancar,” ujarnya.
Yang menarik, kegiatan ini juga menjadi angin segar bagi pelatih putri. Kehadiran mereka yang signifikan dalam pelatihan ini mencerminkan peningkatan minat dan keberanian pendekar perempuan untuk terus berkembang dan berprestasi.
Selama delapan hari pelaksanaan, peserta menjalani berbagai materi teknik, penguatan mental, serta pendalaman nilai-nilai bela diri khas PERSINAS ASAD. Antusiasme yang tinggi dari peserta, pembina, dan pelatih menunjukkan bahwa semangat membangun pencak silat di Sulawesi Tengah terus menyala.
Dengan sinergi dari seluruh pihak, PERSINAS ASAD optimistis dapat mencetak lebih banyak pesilat tangguh yang siap berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.



