Lampung (27/01) – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung bersama PERSINAS ASAD terus memperkuat pembinaan pesilat guna mencetak prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum IPSI Provinsi Lampung, Riagus Ria, saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) PERSINAS ASAD Lampung, Jumat (24/1/2026).
Riagus mengatakan, pembinaan prestasi dimulai dari proses penjaringan pesilat dari seluruh wilayah di Provinsi Lampung, dilanjutkan dengan pembinaan jangka panjang yang terukur.
“Ya tentu kami harus menjaring pesilat dari seluruh pelosok wilayah. Setelah itu dilakukan pembinaan jangka panjang, melalui proses seleksi yang benar dan program pelatihan yang tepat,” ujar Riagus.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Musprov yang berjalan lancar serta terpilihnya kembali H. Iswahyudi sebagai Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Lampung periode 2026–2031.
“Kami cukup gembira dan bangga. Musprov berjalan lancar dan sesuai harapan. Kami yakin di bawah kepemimpinan Pak Iswahyudi, ASAD Lampung akan semakin maju,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si (Han), menilai pencak silat memiliki peluang besar untuk masuk dalam cabang olahraga Olimpiade.
Menurutnya, saat ini tengah disusun roadmap menuju Olimpiade dengan dukungan program pembinaan berkelanjutan.
“Mulai dari usia dini sampai dewasa harus dipantau secara berkesinambungan. Dengan latihan terukur, bakat, dan ketekunan, insyaallah bisa berhasil,” ujarnya.
H. Sukur juga memberikan apresiasi terhadap potensi pesilat di Lampung. Ia menilai daerah ini memiliki banyak bakat terpendam yang perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi dan pembinaan yang baik.
“Lampung punya potensi besar. Kolaborasi dengan daerah lain, termasuk Jakarta, bisa terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembinaan,” katanya.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Lampung terpilih, H. Iswahyudi, S.Pd., M.M, menegaskan komitmennya untuk melibatkan generasi muda dalam kepengurusan ke depan.
Ia menilai era digitalisasi menuntut organisasi olahraga untuk beradaptasi, khususnya dalam promosi dan publikasi.
“Kami libatkan generasi muda yang menguasai IT dan media sosial. Ini penting untuk mempromosikan prestasi, program kerja, dan kegiatan ASAD agar dikenal luas,” ujar Iswahyudi.
Dalam lima tahun ke depan, Iswahyudi berharap PERSINAS ASAD Lampung mampu melahirkan pesilat yang berprestasi sekaligus berkarakter.
“Target kami mencetak pesilat tangguh, berprestasi, dan berakhlak baik melalui pembinaan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui sinergi antara IPSI, PERSINAS ASAD, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan, pembinaan pencak silat di Lampung diharapkan semakin profesional dan berdaya saing tinggi.



