Papua Barat (7/10) — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat resmi melepas 54 atlet untuk berlaga pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang akan digelar di Kudus, Jawa Tengah, pada 11–26 Oktober mendatang.
Acara pelepasan berlangsung di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Ketua Umum KONI Papua Barat, Jony Saiba. Ia menyampaikan bahwa Papua Barat akan mengikuti enam cabang olahraga, yakni ju-jitsu, karate, gulat, pencak silat, taekwondo, dan shorinji kempo.
Dari cabang pencak silat, pesilat PERSINAS ASAD atas nama Satria Bima Pamungkas akan menjadi wakil Papua Barat pada kelas F. Ia akan bertanding membawa nama daerahnya dan perguruan bela diri tempatnya bernaung.
Ajang PON Bela Diri 2025 ini menjadi edisi perdana yang mengusung tema “Bela Diri Itu Prestasi”. Sebanyak 2.656 atlet dari 38 provinsi dipastikan ambil bagian. Kudus sebagai tuan rumah disebut telah siap menggelar event bersejarah ini, dengan dukungan infrastruktur seperti Djarum Arena 2 dan 3 di Kaliputu yang menjadi pusat pertandingan.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Papua Barat, Dwijo Sasono, S.Pd, berharap seluruh atlet dapat memahami makna sejati dari bela diri. “Bela diri mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah, mampu mengendalikan diri, menjunjung sportivitas, dan mempererat persaudaraan antar-atlet,” ujarnya.
Dwijo juga mengajak seluruh warga PERSINAS ASAD di Indonesia, terutama yang berada di Kota Kudus, untuk memberi dukungan langsung kepada Satria saat berlaga. “Kami mohon doa dan semangat dari seluruh warga ASAD agar Satria bisa tampil maksimal dan membawa hasil terbaik untuk Papua Barat,” tambahnya.
Dengan semangat persatuan dan sportivitas, keikutsertaan Satria di PON Bela Diri bukan hanya soal mengejar medali, tapi juga menjadi simbol perjuangan dan kebanggaan bagi Papua Barat serta keluarga besar PERSINAS ASAD di seluruh Indonesia.


