Jakarta (02/07) – Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar uji coba peraturan baru tahun 2025 bagi para pesilat tim nasional Indonesia sebagai persiapan menuju SEA Games Thailand 2025.
Salah satu pesilat yang terlibat dalam uji coba tersebut adalah Khoirudin Mustakim, perwakilan dari PERSINAS ASAD yang saat ini tergabung dalam tim pelatnas. Dalam kesempatan itu, Mustakim menjalani sparring melawan Razzan Zundullah Bayza, pesilat dari IPSI DKI yang tampil di kelas under A.
Uji coba ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus melatih pesilat agar cepat beradaptasi dengan sejumlah perubahan peraturan. Salah satu aturan baru yang cukup signifikan adalah larangan memegang lawan dalam pertandingan sesuatu yang sebelumnya diperbolehkan.
“Alhamdulillah saat uji coba berjalan lancar, tidak ada yang cedera. Kami bisa saling bertukar pengalaman teknik dan penyesuaian aturan,” ujar Mustakim.
Ia menambahkan bahwa konsistensi dalam latihan dan kedisiplinan ibadah menjadi kunci untuk meraih prestasi.
Sementara itu, Razzan Zundullah Bayza, kelas under A – Pesilat IPSI DKI dari PERSINAS ASAD mengaku senang bisa berlatih bersama Mustakim yang ia idolakan.
“Saya bangga bisa sparring dengan idola saya. Ini kesempatan berharga untuk belajar teknik dan memahami aturan baru secara langsung,” ujar Razzan.
Khoirudin Mustakim dan Razzan Zundullah Bayza, pesilat PERSINAS ASAD atas nama Fahmi Fadli, kelas E – Pesilat IPSI DKI turut serta dalam kegiatan tersebut. Uji coba ini menjadi bagian dari strategi PB IPSI agar para pesilat Indonesia bisa tampil maksimal dan siap menghadapi persaingan ketat di ajang internasional mendatang.


