Pesilat PERSINAS ASAD Raih Prestasi Medali Emas di POPNAS XVII 2025

admin
By admin
3 Min Read

Jakarta (8/11) — Sejumlah pesilat binaan PERSINAS ASAD kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII 2025 yang berlangsung di Gelanggang Remaja Senen, Jakarta Pusat, pada 2–8 November 2025.

Ajang bergengsi dua tahunan ini menjadi wadah penting bagi pembinaan atlet muda Indonesia, termasuk para pesilat binaan PERSINAS ASAD yang tersebar di berbagai provinsi. Dalam POPNAS kali ini, enam pesilat PERSINAS ASAD berhasil meraih prestasi membanggakan.

Pesilat Ibrohim Putra Sultan asal Sulawesi Utara sukses meraih medali emas di kategori tanding putra kelas B. Dua medali perak diraih oleh Saffa Dzaky Azaria dari Jawa Tengah di nomor seni tunggal putra dan Ahmad Sobirin dari Kalimantan Selatan di kategori tanding putra kelas F. Sementara itu, tiga pesilat lainnya berhasil menyumbang medali perunggu, yakni Henry Ramadhan (kelas D, Jawa Timur), Nevan Leandro Abdillah (kelas G, Kalimantan Tengah), dan Muhammad Aji Wicaksono (kelas I, Kalimantan Timur).

Ketua Departemen Pembinaan Prestasi PB PERSINAS ASAD, Sutiyono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian tersebut.

“Mereka berlaga di POPNAS 2025 mewakili provinsi masing-masing saja sudah merupakan prestasi tersendiri. Alhamdulillah, sebagian dari mereka juga berhasil meraih medali,” ujar Sutiyono penuh rasa bangga, Sabtu (8/11/2025).

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras para pesilat, pelatih, serta dukungan pengurus di berbagai tingkatan.

“Raihan ini tentu bukan hasil kerja individu. Ada peran besar dari para pelatih dan pengurus, baik bidang pembinaan prestasi, bidang pembibitan dan pemasalan, serta lembaga ilmu bela diri yang senantiasa membimbing dan mendampingi para atlet,” tambahnya.

Sutiyono menilai, POPNAS adalah batu loncatan bagi prestasi berikutnya. Lebih lanjut, Sutiyono menegaskan pentingnya refleksi dan evaluasi pasca-POPNAS untuk memperkuat pembinaan ke depan.

“Ada beberapa atlet yang mengalami cedera. Ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi lembaga ilmu bela diri dalam penerapan teknik dan keselamatan di gelanggang. Artinya, kita semua masih punya PR untuk meningkatkan kualitas pembinaan di masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Henry Ramadhan, peraih medali perunggu asal Jawa Timur, membagikan pengalamannya dalam mempersiapkan diri menuju POPNAS 2025.

“Persiapannya sudah dimulai sejak setahun lalu, dan sebulan menjelang POPNAS kami intensif berlatih,” ungkapnya. “Biasanya latihan dilakukan tiga kali seminggu di padepokan, dan saya menambah porsi latihan di rumah setiap pagi dan sore,” tambahnya.

Henry juga berpesan kepada para generasi penerus PERSINAS ASAD untuk terus berlatih dengan disiplin dan tidak melupakan nilai spiritual dalam setiap perjuangan.

“Ayo tetap semangat, dan jangan lupa ibadahnya. Selalu minta yang terbaik kepada Allah,” tutupnya.

Share This Article