Jawa Timur (31/01) – Musyawarah Provinsi (Musprov) VI PERSINAS ASAD Jawa Timur digelar di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum peneguhan perdamaian sekaligus konsolidasi organisasi pencak silat di Jawa Timur.
Sebagai bagian dari rangkaian Musprov, PERSINAS ASAD Jawa Timur menginisiasi Deklarasi Damai Perguruan Pencak Silat anggota IPSI Jawa Timur. Deklarasi ini menegaskan komitmen bersama antarperguruan untuk menjaga persatuan, menjunjung sportivitas, serta menolak segala bentuk konflik dan kekerasan.
Musprov VI secara resmi dibuka oleh Ketua Umum IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus IPSI Jatim, pimpinan perguruan silat, serta delegasi PERSINAS ASAD dari berbagai daerah.
Dalam forum tertinggi tingkat provinsi tersebut, Prof. Dr. H. Dedid Cahyahapiyanto, MT kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PERSINAS ASAD Jawa Timur masa bakti 2026–2031.
Ketua Umum Pengurus Besar PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur M.Si (Han), menyampaikan pesan khusus kepada ketua dan pengurus terpilih. Ia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang berat sekaligus mulia.
“Terpilihnya Saudara adalah wujud kepercayaan dari seluruh daerah di Jawa Timur. Kepemimpinan di PERSINAS ASAD bukan sekadar otoritas, tetapi pengabdian untuk melestarikan budaya bangsa dan membina karakter generasi muda melalui pencak silat,” ujarnya.
Sukur juga menyebut Jawa Timur sebagai barometer PERSINAS ASAD secara nasional. Menurutnya, prestasi dan tata kelola organisasi di provinsi ini kerap menjadi acuan bagi daerah lain.
Ia pun menitipkan sejumlah pesan kepada pengurus baru. Pertama, merangkul kembali seluruh elemen pasca-Musprov untuk memperkuat persatuan. Kedua, mempercepat akselerasi prestasi dengan menyusun program kerja yang realistis dan progresif.
“Peningkatan kualitas pelatih dan pesilat harus menjadi prioritas agar Jawa Timur terus menyumbangkan medali di tingkat nasional,” tegasnya.
Selain itu, penguatan karakter juga menjadi perhatian utama. Sukur mengingatkan agar PERSINAS ASAD tetap berpegang pada nilai-nilai luhur pencak silat.
“Cetaklah pendekar yang tidak hanya handal di gelanggang, tetapi juga memiliki akhlakul karimah,” tambahnya.
Melalui Musprov VI ini, PERSINAS ASAD Jawa Timur diharapkan semakin solid secara organisasi, berprestasi di tingkat nasional, serta menjadi teladan dalam menjaga persatuan antarperguruan.


