Jakarta (6/12) — Rapat Kerja Provinsi (RAKERPROV) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta tahun 2025 menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang menjadi arah utama pembinaan pencak silat di ibu kota pada tahun 2026. Agenda tahunan ini berlangsung pada 6 Desember 2025 di Hotel Terraz Tree, dihadiri pengurus provinsi, perwakilan perguruan, serta tamu resmi dari PB IPSI dan KONI DKI Jakarta.
RAKERPROV yang dibuka langsung oleh Ketua Umum IPSI DKI Jakarta, Munjirin, memuat dua agenda besar: evaluasi program kerja tahun sebelumnya dan pengesahan program kerja 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi forum sinkronisasi seluruh bidang dan lembaga agar arah pembinaan pencak silat di DKI Jakarta berjalan solid dan terukur.
Dalam sambutan pembukaannya, Munjirin menegaskan bahwa RAKERPROV menjadi ruang penting untuk memperkuat kualitas atlet melalui program yang lebih terarah. “Dengan terselenggaranya RAKERPROV ini, kami berharap prestasi pesilat DKI terus meningkat melalui program-program yang telah disusun secara matang,” ujarnya.
Sementara itu, Wasekjen PB IPSI, Bayu, yang hadir mewakili PB IPSI, menekankan pentingnya menjaga nilai budaya pencak silat sekaligus mendorongnya naik ke panggung dunia. “Pencak silat adalah warisan kebudayaan Indonesia yang harus kita jaga dan perjuangkan. Peran IPSI DKI Jakarta sangat diharapkan untuk memperkuat upaya membawa pencak silat masuk ke Olimpiade,” tutur Bayu.
Rangkaian sidang dilanjutkan dengan pemaparan usulan program kerja dari setiap bidang dan lembaga, disertai tanggapan seluruh peserta sidang. Diskusi berjalan dinamis dengan fokus pada efektivitas pembinaan prestasi, penguatan organisasi, serta penyelarasan program pencak silat tradisional dan prestasi.
Acara ini dihadiri 13 Perguruan Silat terdaftar di IPSI DKI Jakarta yang salah satunya PERSINAS ASAD diwakili oleh Himawan Sutanto (Ketua Pengkot PERSINAS ASAD Jakarta Timur) hadirpula jajaran Pengurus PERSINAS ASAD DKI Jakarta yang juga menjabat di struktur IPSI DKI, yakni H. Sapardi (Bidang Pembinaan Mental dan Spiritual), Triyanto (Bidang Pembibitan dan Pemasalan), serta Afghan (Bidang Perencanaan Anggaran Dana dan Usaha). Ketiganya menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh keputusan strategis yang ditetapkan dalam RAKERPROV dan menegaskan komitmen untuk memperkuat pembinaan pesilat DKI Jakarta bersama seluruh perguruan lain.
Dengan keluarnya keputusan ini, IPSI DKI Jakarta optimistis dapat menghadirkan sistem pembinaan yang lebih berkualitas, terstruktur, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang. Semua pihak berharap kekompakan pengurus dan perguruan dapat menjadi contoh bagi provinsi lain serta menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan pesilat DKI Jakarta di tingkat nasional maupun internasional.


