Jambi (4/11) – Ratusan santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda, Mentawak, tampak kompak dan penuh semangat mengikuti latihan rutin seni bela diri PERSINAS ASAD. Geliat para perempuan muda dalam menjaga warisan budaya bangsa ini berlangsung di Gedung Serbaguna pesantren setempat, di Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, pada Selasa (4/11/2025) lalu.
Kegiatan yang melibatkan peserta dalam jumlah besar ini bukan sekadar rutinitas fisik biasa. Di balik gerakan-gerakan jurus yang teratur, tersimpan tujuan mulia untuk menciptakan keseimbangan antara kesehatan jasmani dan kesibukan akademik di lingkungan pesantren. Dalam suasana yang dinamis dan penuh disiplin, para santriwati menunjukkan bahwa pencarian ilmu agama dapat berjalan seiring dengan pembentukan fisik yang kuat dan mental yang tangguh.
Latihan pada hari itu dipimpin secara langsung oleh seorang Pendekar Putri, Indah Romaningsih. Di bawah bimbingannya, ratusan santriwati dengan khidmat mempelajari dan mempraktikkan setiap jurus. Dalam kesempatan tersebut, Indah menyampaikan harapan besarnya terhadap kegiatan ini.
“Melalui latihan ini, kami tidak hanya berharap terciptanya generasi yang sehat dan kuat secara jasmani. Lebih dari itu, kami ingin membentuk jentera muda yang juga kokoh secara rohani. Keseimbangan inilah yang akan melahirkan pribadi-pribadi unggul yang siap berkontribusi dan berguna bagi bangsa dan negara di masa depan,” ujar Indah Romaningsih dengan penuh keyakinan.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari jajaran pengurus organisasi. Hasbiana Walad, Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Merangin, yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menegaskan bahwa inisiatif yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda ini merupakan langkah strategis dalam melestarikan warisan luhur bangsa.
“Kegiatan ini sangat positif dan merupakan bentuk nyata dari usaha pelestarian pencak silat secara berkelanjutan. Pencak silat adalah khazanah budaya yang tak ternilai, dan melihat semangat adik-adik santriwati hari ini membuat kami optimis. Ke depan, kami berkomitmen untuk menyusun program yang lebih terstruktur dan menarik lagi, agar minat generasi muda terhadap seni bela diri tradisional ini terus membara,” jelas Hasbiana Walad.
Semangat yang terpancar dari latihan ini merupakan cerminan dari visi pendidikan holistik. Pondok Pesantren Miftahul Huda tidak hanya fokus pada pembentukan kecerdasan spiritual dan akademik, tetapi juga memprioritaskan pembangunan karakter dan ketahanan fisik para santrinya. Dengan menyelaraskan olah pikir, olah rasa, dan olah raga, pesantren ini berperan aktif dalam mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki ketangguhan fisik.


