Madiun (07/04) – Sebanyak 15 ketua perguruan pencak silat yang tergabung dalam Paguyuban Pencak Silat Madiun menghadiri acara Silaturahmi Syawal yang digelar di Ballroom Aston Hotel Madiun, Senin (7/4/2025). Acara ini menjadi ajang memperkuat sinergi antarperguruan serta menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah.
Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menyebut momen ini sebagai bukti bahwa para pesilat di Madiun cinta damai dan siap menjadi penggerak kemajuan daerah.
“Pesilat adalah kekuatan positif. Jika dibina dan diarahkan dengan baik, mereka akan melahirkan prestasi nasional hingga internasional,” kata Purnomo.
Senada, Wakil Wali Kota Madiun, Bagus F Panuntun, mengapresiasi langkah PERSINAS ASAD dan Paguyuban Pencak Silat Madiun yang telah membuktikan kerukunan antarperguruan.
“Ini bentuk nyata bahwa antarperguruan bisa rukun dan solid. Saya harap kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan dan diikuti oleh perguruan lainnya,” ucapnya.
Ketua Paguyuban Pencak Silat Madiun, Moerjoko, berharap pencak silat terus menjadi kebanggaan Indonesia. Ia menyebut, kerja sama dengan TNI dalam gerakan Pencak Silat Nusantara adalah salah satu langkah konkret.
“Pencak silat harus jadi tuan rumah di negeri sendiri. Bahkan bisa kita dorong masuk dalam Olimpiade,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Jawa Timur, Prof. Dedid Cahya Hapyanto, mengatakan bahwa menjadikan Madiun sebagai ikon kota pendekar adalah langkah tepat. Pencak silat, menurutnya, bukan hanya seni tradisi, tapi juga olahraga prestasi yang bernilai budaya tinggi.
Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Winongo, Agus Wiyono Santoso, berpesan kepada generasi muda agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjadi teladan di masyarakat.
“Ini budaya timur yang harus dijaga. Toleransi, saling menghormati, dan tidak mudah dihasut adalah karakter pesilat sejati,” ujarnya.


