Pangkalpinang (21/7) – Tiga pesilat kakak beradik dari PERSINAS ASAD Belitung Timur mencuri perhatian di ajang Open Turnamen Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Bangka Belitung 2025. Tak hanya membawa pulang medali, salah satu dari mereka, Satrio al Musthofa Lutfi, juga dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik dalam turnamen tersebut. Minggu, 21 Juli 2025.
Satrio yang turun di kategori Tanding Dewasa Kelas J, tampil dominan sejak babak awal. Berbekal teknik matang dan strategi yang solid, ia berhasil menyingkirkan lawan-lawannya satu per satu hingga meraih medali emas. Prestasi puncaknya, Satrio dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Kejurprov, gelar yang hanya diberikan kepada pesilat dengan performa paling menonjol sepanjang turnamen.
Sang adik, Ahmad Manggarayno al Musthofa Lutfi, juga tak kalah gemilang. Berlaga di kategori Tanding Remaja Kelas I, Reno—sapaan akrabnya—berhasil meraih medali emas, menunjukkan kualitas teknik dan semangat juang khas pesilat PERSINAS ASAD.
Sementara itu, si bungsu Aden Sastro al Musthofa Lutfi yang turun di kategori Tanding Usia Dini, turut menambah deretan prestasi keluarga dengan menyabet medali perunggu.
Pelatih PERSINAS ASAD Belitung Timur mengungkapkan rasa bangganya atas capaian ketiga bersaudara ini.
“Satrio, Reno, dan Aden menunjukkan bahwa disiplin dan kerja keras sejak dini membuahkan hasil. Mereka adalah inspirasi bagi pesilat muda lainnya di Belitung Timur,” ujarnya.
Raihan medali emas dan penghargaan pesilat terbaik ini menegaskan eksistensi PERSINAS ASAD Belitung Timur sebagai salah satu kekuatan utama dalam dunia pencak silat di Bangka Belitung.


