Sulawesi Tenggara (19/10) — Untuk pertama kalinya, PERSINAS ASAD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dipercaya menggelar Training of Trainer (TOT) dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) berskala nasional. Kegiatan prestisius ini berlangsung selama lima hari, mulai 14 hingga 19 Oktober 2025, di Kompleks Masjid Al-Mukhlis Lepo-lepo, Kota Kendari.
Sebanyak 56 pesilat PERSINAS ASAD dari berbagai kabupaten dan kota di Sultra ambil bagian dalam kegiatan ini. Masing-masing daerah mengirimkan 3 hingga 4 peserta sebagai perwakilan.
Acara resmi dibuka oleh Ketua Lembaga Pelatih PB PERSINAS ASAD, Bachtiar Mukti, S.Kom., M.M.S.I. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan bela diri dan akhlak mulia.
“Sebagai pesilat PERSINAS ASAD, kita tidak hanya dituntut tangguh di gelanggang, tapi juga harus berkarakter dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Bachtiar juga menambahkan bahwa PERSINAS ASAD kini menjadi salah satu perguruan pencak silat yang diperhitungkan di tingkat nasional, baik dalam hal prestasi maupun hubungan antarlembaga.
“Nama baik daerah dan organisasi harus selalu dijaga di mana pun kita berada,” pesannya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain para pembina PERSINAS ASAD Sultra, Ketua Senkom Mitra Polri Sultra, Ketua LDII Sultra, Ketua LDII Kota Kendari, dan Ketua Forsgi Sultra.
Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Sultra, Imam Sujono, mengingatkan peserta agar selalu disiplin dan mematuhi seluruh aturan selama proses pelatihan dan ujian berlangsung.
“Setiap peserta akan dinilai secara menyeluruh sejak hari pertama hingga penutupan. Diharapkan semuanya dapat menunjukkan semangat dan tanggung jawab penuh,” tegasnya.
Melalui kegiatan TOT dan UKT Nasional ini, PERSINAS ASAD Sultra menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelatih dan pesilat, sekaligus memperkuat peran daerah dalam pembinaan bela diri berkarakter di tingkat nasional.


