JAKARTA (08/01) – Pengurus Besar Perguruan Silat Nasional ASAD (PB PERSINAS ASAD) resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026). Memasuki usia 30 tahun bergabung di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), PERSINAS ASAD menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadikan padepokannya sebagai pusat kolaborasi atau “Rumah Besar” bagi seluruh elemen pencak silat nasional.
Ketua Umum PB PERSINAS ASAD masa bakti 2021-2026, Brigjen. TNI (Purn) H. Agus Susarso bahwa kendala utama peningkatan prestasi pencak silat nasional seringkali terletak pada sarana latihan. Oleh karena itu, PERSINAS ASAD menawarkan solusi inklusif dengan menjadikan fasilitas mereka sebagai wadah pemersatu, termasuk bagi ratusan perguruan silat lokal yang belum terdata namun memiliki potensi besar.
“Disadari beberapa kendala dalam peningkatan prestasi adalah tempat berlatih, padepokan. Dengan seijin guru besar, beliau menyampaikan bahwa padepokan PERSINAS ASAD itu bisa digunakan sebagai tempat latihan bersama, istilahnya bisa menjadi rumah besar bagi para pendekar, bahkan dilengkapi dengan ruang kantor untuk para pengurus perguruan,” tegas Agus.
Langkah progresif dan kemandirian infrastruktur PERSINAS ASAD mendapat apresiasi tinggi dari Pengurus Besar IPSI yang hadir dalam acara tersebut. Mewakili Ketua Umum, Ketua Harian PB IPSI, Benny G Sumarsono menyebut fasilitas dan soliditas yang dimiliki PERSINAS ASAD sebagai kebanggaan nasional yang patut dicontoh.
“Ini suatu kebanggaan untuk IPSI, bahwa ada satu perguruan besar yang mempunyai suatu padepokan yang indah, megah dan juga mempunyai kesatuan yang kuat saling menghormati saling menghargai antara sesama. Itu yang saya lihat di PERSINAS ASAD. Ini harus kita tiru untuk kemajuan kita bersama,” ujar Benny.
Lebih lanjut, Benny mengakui kontribusi nyata PERSINAS ASAD dalam melahirkan atlet-atlet berkualitas meski usianya relatif muda dibandingkan organisasi induknya. Ia pun mendukung penuh visi global PERSINAS ASAD untuk terus melebarkan sayapnya ke mancanegara.
“Harapan saya ke depan bukan hanya di Indonesia, bukan hanya di negara Islam, tapi di seluruh dunia ada PERSINAS ASAD. Dan Insya Allah, ke depan, saya akan melihat PERSINAS ASAD pada di negara Asia dan Eropa dan juga seluruh dunia,” pungkas Benny.



