Jakarta (03/12) – Upaya mendorong pencak silat menuju pentas Olimpiade terus diperkuat. Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan SDM Tenaga Keolahragaan Pencak Silat di Hotel Vasaka, Jakarta, pada 2–4 Desember 2025.
Kegiatan ini menghadirkan 60 peserta, terdiri dari 39 akademisi perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia, 18 perwakilan perguruan yang memiliki cabang di luar negeri, serta 2 peserta dari PB IPSI dan 1 peserta dari PERSILAT. PERSINAS ASAD turut hadir, diwakili oleh Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, H. Kayat Sukayat.
Acara dibuka oleh Ketua Harian PB IPSI Benny Sumarsono, disusul pengarahan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang diwakili Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan (ASDEP TENOR), Cucu Sandra. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya menyiapkan SDM pencak silat yang memiliki wawasan global, terlebih menghadapi agenda besar Pencak Silat Road to Olympic.
Bimtek ini mengupas dua materi strategis. Pertama, Strategi dan Manajemen Pencak Silat ke Luar Negeri, baik melalui jalur kampus maupun perguruan, guna memperluas ekspansi dan pengakuan internasional. Kedua, penyusunan rangking pesilat nasional dan internasional, yang menjadi fondasi penting dalam standardisasi kompetisi dan pemetaan kualitas pesilat Indonesia.
Kehadiran PERSINAS ASAD dalam forum ini menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung perkembangan pencak silat menuju level dunia, khususnya dalam menyiapkan pesilat dan tenaga keolahragaan yang mampu bersaing di panggung internasional.


