Sampit (29/05) – Puluhan pesilat ASAD dari dua kabupaten di Kalimantan Tengah mengikuti kegiatan Penderesan Sabuk Biru yang digelar secara gabungan oleh Pengkab PERSINAS ASAD Kotawaringin Timur dan Pengkab Seruyan. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 29 Mei 2025, di Komplek Masjid Al Barokah, Sampit.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat eksternal dan pengurus internal ASAD, di antaranya Dewan Pembina, Ketua Pengkab masing-masing daerah, serta Koordinator ASAD Beladiri Kabupaten Kotawaringin Timur.
Koordinator ASAD, Agung Sundoyo, menyampaikan bahwa penderesan ini bukan sekadar ajang evaluasi teknik, tetapi juga wadah pembentukan karakter bagi para pesilat.
“Para pendekar ASAD harus selalu menjaga kependekarannya dan memiliki 29 karakter luhur sesuai 9 syarat memiliki silat ASAD. Ilmu yang dimiliki juga harus diamalkan, salah satunya dengan mengajar di tingkat kecamatan,” pesan Agung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan lanjutan sekaligus persiapan menuju Tashih Sabuk Merah, yang merupakan tahapan penting dalam jenjang keilmuan PERSINAS ASAD. Melalui penderesan ini, diharapkan para pesilat sabuk biru makin matang secara teknik dan spiritual.
Tujuan dari kegiatan ini tak hanya fokus pada fisik dan gerakan, tapi juga membekali para pesilat dengan pemahaman nilai-nilai luhur pencak silat khas ASAD, agar bisa menjadi pelatih dan teladan di komunitasnya masing-masing.


