Sumatera Utara (7/12) – PERSINAS ASAD Kota Medan menutup rangkaian program kerja tahun 2025 dengan menggelar PASANGGIRI Tapak 3 tingkat Usia Dini. Kegiatan berlangsung meriah di Pondok Pesantren Sejahtera, Jalan Kalpataru II, Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Sumatera Utara.
PASANGGIRI ini menjadi agenda penutup pembinaan PERSINAS ASAD Kota Medan sepanjang tahun 2025, sekaligus ajang evaluasi kemampuan dasar pencak silat bagi pesilat usia dini.
Kegiatan tersebut dihadiri Dewan Pembina PERSINAS ASAD Sumatera Utara, H. Kasto Semun, yang sekaligus membuka acara secara resmi dengan menandai dimulainya pertandingan.
Ketua PERSINAS ASAD Sumatera Utara, Kompol (Purn) H. Suwito Widodo, SH, menyampaikan bahwa PASANGGIRI bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian penting dari proses pembinaan berkelanjutan.
“Melalui PASANGGIRI ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bela diri sekaligus menjaga kekompakan dan kerukunan antar pesilat,” ujar Suwito Widodo.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai luhur Seni Bela Diri Pencak Silat ASAD.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda. Semoga semangat untuk terus menghidupkan pencak silat PERSINAS ASAD tetap terjaga,” katanya.
PASANGGIRI Tapak 3 Usia Dini ini berlangsung dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas, serta menjadi momentum penguatan fondasi pencak silat ASAD sejak usia dini.



