Ketum PB PERSINAS ASAD Tekankan Tiga Mesin Utama Organisasi di Musprov Lampung

admin
By admin
3 Min Read

Lampung (24/01) — Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si (Han), menegaskan pentingnya penguatan organisasi, prestasi, dan pelestarian tradisi dalam menjalankan roda perguruan.

Hal tersebut disampaikan melalui sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) PERSINAS ASAD Lampung, Sabtu (24/1/2026).

Dalam sambutannya, H. Sukur menyampaikan bahwa Musprov bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun langkah besar ke depan.

“Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung pesilat tangguh. Karena itu, Pengurus Besar menaruh harapan besar terhadap perkembangan PERSINAS ASAD di daerah ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kejayaan PERSINAS ASAD ke depan ditentukan oleh tiga mesin utama yang harus bergerak secara selaras dan berkesinambungan.

Mesin pertama adalah penguatan organisasi dan tata kelola. Menurutnya, pengelolaan organisasi harus dilakukan secara modern, profesional, dan akuntabel, mulai dari tertib administrasi hingga pemanfaatan teknologi informasi.

“Kaderisasi kepemimpinan juga harus berjalan, sehingga lahir pengurus yang amanah, ikhlas, dan siap bekerja untuk organisasi,” tambahnya.

Mesin kedua adalah prestasi olahraga. H. Sukur menegaskan bahwa pembinaan pesilat tanding harus dilakukan secara ilmiah dan berjenjang, dengan target meraih prestasi di berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

“Lampung harus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan pesilat tangguh, baik secara fisik maupun mental juara,” katanya.

Sementara mesin ketiga adalah pelestarian seni bela diri tradisi. Ia mengingatkan agar PERSINAS ASAD tidak melupakan akar budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.

Kategori TGR (Tunggal, Ganda, Regu) dan festival seni silat dinilai perlu terus digalakkan, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

“Prestasi penting, tetapi jati diri sebagai perguruan silat juga harus dijaga,” tegasnya.

Menurutnya, ketiga mesin tersebut—organisasi, prestasi, dan tradisi—harus berjalan beriringan. Tanpa manajemen yang baik, prestasi sulit diraih. Tanpa prestasi, organisasi kehilangan kebanggaan. Tanpa tradisi, perguruan kehilangan identitas.

Dalam penutup sambutannya, H. Sukur mengajak seluruh peserta Musprov untuk bermusyawarah dengan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan mufakat.

Ia juga mengapresiasi pengurus periode sebelumnya serta berharap kepengurusan baru mampu membawa PERSINAS ASAD Lampung semakin maju dan berprestasi.

Share This Article