Jawa Barat, Bandung (7/8) – Pasanggiri menjadi agenda rutin PERSINAS ASAD dalam melestarikan seni bela diri pencak silat. Untuk mendukung penyelenggaraan yang berkualitas, Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Kabupaten Bandung menggelar Sosialisasi Teknis Penyelenggaraan Pasanggiri pada Minggu (7/9/2025) di Meeting Room Yayasan Qurrota A’yun, Baleendah.
Kegiatan ini diikuti 19 pendekar sabuk merah PERSINAS ASAD Kabupaten Bandung. Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Bandung, Arief Djamaludin, menekankan pentingnya kerukunan dan kekompakan dalam penyelenggaraan pasanggiri.
“Pasanggiri ini jadi momen menjaga kerukunan dan kerja sama yang baik. Semua hal harus dimusyawarahkan dan ditentukan dalam technical meeting,” ujar Arief.
Ia menambahkan, technical meeting penting untuk menyamakan persepsi antar-peserta, pelatih, maupun manajer. Dengan begitu, potensi kesalahpahaman bisa dihindari.
“Kalau semua aturan sudah dibahas di technical meeting, kerukunan dan kekompakan bisa terjaga,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini, Suparjoko dari Bagian Wasit Juri hadir sebagai pemateri. Ia memaparkan ketentuan penyelenggaraan sekaligus teknis penilaian pasanggiri PERSINAS ASAD.
Melalui sosialisasi ini, PERSINAS ASAD Bandung berharap kualitas penyelenggaraan pasanggiri semakin meningkat, sehingga seni bela diri pencak silat tetap lestari di tengah masyarakat.


