Jambi (1/10)– Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Batang Hari untuk masa bakti 2025–2029 resmi dilantik dalam acara khidmat di Serambi Rumah Dinas Bupati, pada 1 Oktober 2025. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum IPSI Provinsi Jambi, Pelda (Purn) H. Hasan Basri Harahap yang juga merupakan Dewan Pembina Daerah PERSINAS ASAD Jambi.
Organisasi PERSINAS ASAD turut memberikan kontribusi signifikan dengan menempatkan lima kadernya dalam jajaran kepengurusan baru tersebut. Salah satu nama yang dipercaya adalah Andi Susanta, SE., ME., yang akan memegang peran strategis dalam membawa pencak silat Batang Hari menuju kemajuan yang lebih nyata.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapan besar. “Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga warisan budaya yang harus kita lestarikan dan banggakan. Saya berharap IPSI Batang Hari dapat menjadi wadah pembinaan yang baik bagi generasi muda untuk berkembang dalam prestasi dan karakter,” ujar Fadhil.
Harapan senada disampaikan oleh Ketua IPSI Batang Hari yang baru, H. Hendri. Ia menegaskan bahwa jabatan ini adalah sebuah amanah. “IPSI Kabupaten Batang Hari adalah rumah besar bersama bagi semua perguruan. Saya mengajak seluruh komponen, termasuk kader-kader andal dari PERSINAS ASAD, untuk kompak membina dan mencetak atlet-atlet berprestasi,” papar H. Hendri.
Dukungan penuh juga datang dari pucuk pimpinan IPSI Provinsi Jambi. Hasan Basri Harahap meyakini bahwa dengan dukungan Pemerintah Daerah dan semangat kebersamaan dari seluruh perguruan, termasuk kontribusi sumber daya manusia unggulan dari seluruh Perguruan Pencak Silat, IPSI Batang Hari akan mampu melahirkan atlet-atlet yang mengharumkan nama daerah.
Keikutsertaan lima kader PERSINAS ASAD dalam struktur kepengurusan IPSI Batang Hari ini menandai komitmen nyata organisasi untuk turut serta memajukan dan mempertahankan warisan budaya pencak silat di tingkat akar rumput, sekaligus mendorong prestasi atlet di kancah yang lebih luas.


