Riau (13/01) – Guna menjaga kualitas keilmuan dan pembinaan pencak silat, PERSINAS ASAD Provinsi Riau menggelar Training of Trainer (TOT) pada 10–11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Huda dan diikuti sekitar 20 pelatih dari berbagai kabupaten/kota di Riau.
TOT tersebut merupakan realisasi program kerja Pengprov ASAD Riau yang telah disusun sejak akhir 2025. Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah para pelatih bersabuk merah, yang menjadi utusan resmi dari daerah masing-masing.
Guru Besar ASAD Provinsi Riau, KH Mashudi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran pelatih sebagai ujung tombak pembinaan. Ia berharap para peserta mampu menjadi pelatih yang kompeten, profesional, serta sanggup mencetak pesilat-pesilat andal di wilayahnya masing-masing.
“Pelatih bersabuk merah harus siap mengembangkan potensi pesilat ASAD, tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga mental dan akhlak,” ujarnya di hadapan peserta.
Sementara itu, Ketua Pengprov ASAD Riau, Aminuddin, menjelaskan bahwa pelaksanaan TOT bertujuan meningkatkan kompetensi dan kualitas pelatih, sekaligus mengembangkan program serta kurikulum pembinaan agar berjalan lebih efektif dan efisien.
Menurut Aminuddin, kegiatan Training of Trainer ini menjadi bagian penting dari upaya PERSINAS ASAD dalam menjaga kualitas keilmuan, ketahanan fisik, serta pemantapan mental para pelatih dan pesilat bersabuk merah di tingkat wilayah.
“Selain penguatan teknik dan fisik, TOT juga menjadi sarana evaluasi kesiapan pelatih dalam menjalankan peran pembinaan, sekaligus menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur pencak silat yang diajarkan di PERSINAS ASAD,” kata Aminuddin, yang akrab disapa Ustadz Amin.
Ia menambahkan, sinergi antara dunia pesantren dan pencak silat diharapkan mampu melahirkan pelatih dan pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.



