Jakarta (8/11) – Pesilat muda binaan PERSINAS ASAD dari berbagai provinsi di Indonesia tampil mewakili daerah masing-masing pada cabang olahraga pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII 2025. Kompetisi bergengsi tingkat pelajar ini berlangsung pada 3-8 November 2025 di Gelanggang Remaja Senen, Jakarta Pusat, dan secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di Jakarta International Velodrome, Minggu (2/11).
Cabang olahraga pencak silat diikuti 337 atlet dari seluruh Indonesia. Diantara mereka, terdapat 17 pesilat binaan PERSINAS ASAD yang memperkuat 9 provinsi berbeda. Dari Jawa Tengah, tampil Abdul Fauzan Nur Adhimma di kelas B dan Saffa Dzaky A. R di nomor seni tunggal. Dari Sulawesi Utara, dua pesilat, Ibrohim Putra Sultan di kelas B dan Ibnu Fakih Andi Abdillah di kelas C, turut memperkuat kontingen. Sementara Bintang Samudra dan Moh. Idris Sulthon Aulia mewakili Sulawesi Tengah di kelas D dan kelas I. Dari Jawa Timur, Henry Ramadhan bertanding di kelas D, sedangkan Emir Daryl Fatah, Hirza Farihin Asadulloh, IM. Aji Wicaksono, serta pasangan Kemal Satria dan Kenan Mahdeta memperkuat Kalimantan Timur di berbagai nomor, termasuk seni ganda.
Selain itu, Agam Dufan Ali dan Ahmad Sobirin mewakili Kalimantan Selatan di kelas E dan F, diikuti oleh Qolun Al Faridhzy dari Sumatera Utara di kelas F. Nevan Leandro Abdillah dari Kalimantan Tengah turun di kelas G, sedangkan Akhmad Manggarayno Al Mustofa Lutfi dari Kepulauan Bangka Belitung tampil di kelas H.
Ketua Departemen Pembinaan Prestasi PB PERSINAS ASAD, Sutiyono, menyampaikan apresiasi terhadap semangat juang para pesilat binaan ASAD yang berhasil menembus ajang nasional bergengsi ini.
“Pesilat-pesilat ini merupakan bibit unggul dari berbagai daerah yang siap memperkuat kontingen provinsi masing-masing, bersaing dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam pencak silat,” ujar Sutiyono dalam kesempatan terpisah, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, keikutsertaan para pesilat muda ini menunjukkan keberhasilan sistem pembinaan berjenjang PERSINAS ASAD di berbagai daerah.
“Partisipasi pesilat PERSINAS ASAD dalam POPNAS XVII 2025 menjadi bukti nyata komitmen perguruan dalam mendukung pembinaan olahraga pelajar nasional. Melalui pelatihan yang menekankan keunggulan teknik, kedisiplinan, dan pembentukan karakter luhur, kami terus berupaya mencetak generasi pesilat yang tangguh, beretika, dan berjiwa ksatria,” tutur Sutiyono.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keikutsertaan pesilat ASAD di ajang POPNAS bukan sekadar soal perolehan medali, tetapi juga bagian dari proses pembinaan karakter, mental, dan disiplin atlet muda.
“Kami berharap, keikutsertaan mereka menjadi penyemangat bagi para pesilat muda untuk terus berlatih, berdisiplin, dan berprestasi hingga ke tingkat internasional,” tambahnya.
Dengan semangat persaudaraan dan sportivitas, para pesilat muda binaan ASAD siap membuktikan bahwa pencak silat bukan sekadar bela diri, tetapi juga media pembentukan karakter menuju Indonesia Emas 2045.



