TOMBAK KANJENG KYAI WULANDARI D.I. YOGYAKARTA

admin
By admin
1 Min Read

TOMBAK KANJENG KYAI WULANDARI

Semangat yang selalu berkobar, menebarkan kebaikan dan menjadi penerang disekitarnya (menerangi sekitarnya). Tombak ini dhapur Ron Andong Tangguh Mataram Islam (penambahan senopati/senopaten) kisaran tahun 1500-an. Landeyan (gagang tombak) panurung/stel panurung, dengan tali gadi dan tunjung. Pamor kulit semangka bahan dari besi balelumur dengan slorok baja.

Makna Tombak Dan Landeyan (Gagang):

Filosofi:

Meningkatkan kewaspadaan, jiwa perwira, kebugaran/gagah dan budi pekerti (greget sengguh ora mingkuh, eling lan waspodo).

Karakter:

Kuat, Tangguh, berwibawa. Sama seperti jiwa kesatria tanah jawa.

Tombak ini digunakan pasukan infantri brigade bulkiyo jaman perang jawa yaitu Laskar Pangeran Diponegoro kemudian tombak ini jatuh kepada Dzuriyah (anak turunnya) yang mempunyai Amanah ini, dari kerabat kraton nyayogyokarto hadiningrat. Kemudian senjata tradisional asli yogyakarta ini diwariskan kepada PB PERSINAS ASAD dari Pemprov. Persinas ASAD DIY Padepokan Satriotomo Ngayogyokarto Hadiningrat.

Share This Article